Ilustrrasi grafik pasar modal/Freepik.com. Vritta.id-Sektor pasar modal di Sulawesi Tenggara mencatat performa impresif dengan lonjakan jumlah investor sebesar 42,67 persen secara tahunan.
Hingga akhir tahun 2025, total Single Investor Identification (SID) di Sultra mencapai 157.693, di mana instrumen reksa dana menjadi primadona dengan porsi 70,1 persen, disusul saham 28,1 persen, dan SBN 1,8 persen.
Pertumbuhan ini terlihat dari nilai transaksi saham bulanan per November 2025 yang menembus Rp486,01 miliar. Kinerja positif juga merambah ke Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sultra yang mencatatkan piutang pembiayaan sebesar Rp6,79 triliun dengan kualitas terjaga pada rasio NPF 2,29 persen.
Di tengah gairah investasi ini, OJK Sultra tetap mewaspadai aktivitas keuangan ilegal seperti modus penipuan AMG Pantheon dan MBA yang baru saja dihentikan Satgas PASTI.
Sebagai langkah antisipasi, OJK Sultra menetapkan target strategis 2026, dengan merekrut 1.000 duta literasi baru dan memberikan edukasi kepada 160.000 peserta di 17 kabupaten/kota guna menjaga ekosistem investasi tetap sehat.
Tidak ada komentar