Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha/Foto: OJK Sultra. Vritta.id-Sektor perbankan di Sulawesi Tenggara menunjukkan stabilitas yang kuat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) rendah di level 1,24 persen dan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 129,04 persen.
Kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan juga tecermin dari capaian program TPAKD, seperti Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang mencatat total tabungan Rp5,09 miliar.
“Selain itu, program Kredit Melawan Rentenir (KPMR) telah berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,23 miliar kepada masyarakat Sultra,” kata Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha.
Untuk tahun 2026, OJK Sultra berencana memperluas akses keuangan melalui pembentukan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Sorue Jaya serta fokus pada Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) untuk komoditas kakao dan sagu.
Namun, OJK Sultra mengingatkan bahwa stabilitas ini harus dijaga dari ancaman investasi ilegal seperti AMG Pantheon yang menawarkan trading fiktif. Oleh karena itu, sinergi dengan Satgas PASTI terus diperkuat untuk mencegah praktik impersonasi perusahaan asing yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
Tidak ada komentar