OJK Dorong Integritas Sektor Jasa Keuangan Lewat Semangat Juang R.A. Kartini

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 23:08 87 Vritta

Vritta.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya kerja berintegritas dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini. Hal ini ditekanan dalam kegiatan Inspiring Talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” yang berlangsung di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Senin.

Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, mengatakan bahwa nilai-nilai Kartini seperti sikap independen, keberanian kritis, serta keteguhan moral, sangat relevan dengan misi pembangunan akuntabilitas di sektor jasa keuangan.

Sophia menekankan bahwa peran perempuan semakin strategis dalam penguatan tata kelola. Meski begitu, tantangan besar masih membayangi, termasuk isu kesetaraan dan kekerasan berbasis gender.

“Dalam birokrasi, sekitar 57 persen aparatur sipil negara adalah perempuan. Pada saat yang sama, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan berbasis gender, dengan sekitar 80 persen korbannya adalah perempuan,” kata Sophia.

Lebih lanjut, ia menyebut perempuan adalah kunci dalam mendukung Asta Cita keempat tentang pembangunan SDM dan kesetaraan gender, serta Asta Cita ketujuh mengenai reformasi tata kelola dan pemberantasan korupsi. Integritas, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai pendidik pertama.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini, menegaskan bahwa integritas dan independensi adalah fondasi utama kepercayaan publik.

“Dalam tata kelola pemerintahan modern, integritas dan independensi bukan sekadar nilai moral. Integritas merupakan fondasi dari kepercayaan publik,” ujar Rini.

Ia menjelaskan pentingnya pengelolaan konflik kepentingan sesuai Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 17 Tahun 2024. Rini juga mengapresiasi OJK atas inisiatif program Proud Without Fraud serta penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, turut menyoroti hambatan struktural dan stereotip gender yang masih dihadapi perempuan di ruang publik.

“Untuk mengatasi tantangan tersebut, perempuan perlu bersikap tegas dan jujur dalam meraih cita-cita, sambil tetap menjaga nilai etika dan integritas,” kata Amurwani.

Acara yang dihadiri sekitar 4.720 peserta secara hybrid ini menghadirkan narasumber inspiratif seperti Myrtha Soeroto, dr. Martha Muliana, Harmusa Oktaviani, dan Nawal Arafah Yasin. OJK menutup kegiatan dengan menegaskan komitmen tata kelola bersih melalui sinergi bersama KPK dan pemanfaatan Whistleblowing System (WBS) untuk mewujudkan sektor jasa keuangan yang terpercaya.***

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA