World Book Day 2026, BI Sultra Bedah Buku Prinsipil Ekonomi Karya Ferry Irwandi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 18 Apr 2026 20:12 103 Vritta

Vritta.id-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara, menyelenggarakan Bedah Buku “Prinsipil Ekonomi” karya Ferry Irwandi.

Bedah buku yang merupakan bagian dari puncak rangkaian peringatan World Book Day 2026 ini, merupakan bagian dari wujud komitmen Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat, khususnya literasi ekonomi, sebagai fondasi penting dalam memperkuat efektivitas implementasi kebijakan Bank Indonesia di daerah.

Kegiatan ini bersinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Sultra dan Dinas Perpustakaan Provinsi Sultra yang melibatkan kolaborasi aktif dari komunitas, penggiat literasi, mahasiswa, dan masyarakat umum di Sulawesi Tenggara.

Penguatan literasi di Sulawesi Tenggara saat ini masih menjadi agenda strategis pemerintah. Berdasarkan data BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 tercatat sebesar 58,64.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sulawesi Tenggara pada Februari 2026 berada di angka 29,24 dan masih dalam kategori rendah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan ekosistem literasi perlu terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kontribusi tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara menyediakan fasilitas perpustakaan yang dapat diakses oleh masyarakat umum pada hari dan jam operasional kantor; Senin sampai dengan Jumat pukul 08.00–17.00 WITA.

Selain layanan perpustakaan fisik, Bank Indonesia juga menyediakan layanan perpustakaan digital gratis melalui aplikasi iBi Library. Hingga semester I 2026, Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyediakan sebanyak 7.052 koleksi cetak dan elektronik yang dapat diakses masyarakat.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperluas akses pengetahuan dan memperkuat budaya baca di tengah masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan bahwa pemahaman ilmu ekonomi saat ini bukan lagi hanya menjadi kebutuhan mahasiswa ekonomi, tetapi telah menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah dinamika global dan ketidakpastian geopolitik, literasi ekonomi, m menjadi bekal penting agar masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami berbagai fenomena ekonomi secara lebih jernih, serta mampu mengambil keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Buku Prinsipil Ekonomi dipilih sebagai bahan utama dalam kegiatan bedah buku, sebab dinilai relevan dengan kebutuhan literasi masa kini, membahas fondasi logika ekonomi dalam pengambilan keputusan sehari-hari, serta dikemas dengan gaya bahasa yang sederhana dan dekat dengan generasi muda,” kata Edwin.

Selain kegiatan bedah buku, rangkaian World Book Day BI Sultra 2026 juga diisi dengan berbagai aktivitas literasi yang kreatif dan inspiratif: lomba musikalisasi puisi dan lomba reels resensi buku. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda dan komunitas literasi untuk mengekspresikan minat baca melalui pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat semangat literasi di tengah masyarakat.

Bedah buku ini dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen sinergi program penguatan literasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Komitmen kedua pihak menandai langkah strategis memperkuat kolaborasi antarlembaga, dalam menghadirkan program-program literasi yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara juga memperkuat sinergi program edukasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dengan 5 (lima) perguruan tinggi, yaitu Universitas Halu Oleo, IAIN Kendari, STIE 66 Kendari, Universitas Sembilanbelas November, dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Penandatanganan PKS melibatkan perwakilan Rektor dan Pimpinan masing-masing perguruan tinggi, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri.

Kerja sama ini juga  menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia, dalam mencetak generasi muda yang menjadi frontliner kebijakan Bank Indonesia, agen perubahan, dan pemimpin masa depan melalui wadah komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Pada tahun 2026, total penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dari Bank Indonesia mencapai 330 mahasiswa atau meningkat 32% dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 250 mahasiswa.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program literasi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat literasi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA