Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Strategi BI Pacu UMKM Jadi Lokomotif Ekonomi Syariah

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Apr 2026 20:31 75 Vritta

Vritta.id-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan stakeholder terkait, menyelenggarakan Opening Ceremony Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menandai momentum strategis mendorong UMKM menjadi lokomotif ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara.

Mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan UMKM dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai wujud sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Bank Indonesia setiap tahun diketahui menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) serentak, sebagai platform integrasi ekonomi dan keuangan syariah terbesar se-nusantara. Tahun ini, ISEF memasuki penyelenggaraan ke-13,  yang dijadwalkan pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta.

Sebagai bagian dari rangkaian ISEF, Festival Ekonomi Syariah (FESyar) dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Sumatera di Sumatera Selatan pada 5 Juni 2026, Kawasan Timur Indonesia di Nusa Tenggara Barat pada 3 Juli 2026, serta Jawa di Jawa Timur pada 25 September 2026.

Sultra Maimo Sharia Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian FESyar yang diselenggarakan di Kota Kendari.

Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tetap tumbuh. Berdasarkan rilis data PDB tahun 2025 pada Februari 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,11 persen (ctc). Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen (ctc), dengan tingkat inflasi tetap berada dalam rentang target 2,5±1 persen.

Sementara itu, ekonomi syariah Indonesia terus berkembang dan menempati posisi penting secara global. Indonesia berhasil mempertahankan peringkat ketiga dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2025, menitikberatkan keunggulan pada sektor fesyen muslim, obat-obatan, dan pariwisata ramah muslim.

Kontribusi ekonomi syariah juga diproyeksikan meningkat, dengan PDB syariah ditargetkan mencapai 56,11 persen pada 2029. Proyeksi ini sejalan dengan arah kebijakan dalam RPJMN 2025–2029, RPJPN 2025–2045, serta visi AstaCita menuju Indonesia Maju.

Kinerja ekonomi syariah nasional yang tercermin dari sektor halal value chain (HVC) pada 2025 tumbuh 6,21 persen (yoy), meningkat dibandingkan 2024 sebesar 4,0 persen (yoy).

Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertanian, makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, serta fesyen muslim. Selain itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen, dengan tingkat inklusi sebesar 13,41 persen.

Sultra Maimo Sharia Fest 2026 diselenggarakan pada 24–26 April 2026 di tiga lokasi, yakni Lippo Plaza Kendari, Tugu Persatuan MTQ Sulawesi Tenggara, dan Pantai Wisata Bokori.

“Pada penyelenggaraan tahun ini, berbagai inovasi dihadirkan melalui penguatan konsep, ragam kegiatan, serta perluasan partisipasi masyarakat,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan ini mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pembentukan dan penguatan ekosistem halal, antara lain pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), fasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM, serta program sosial keuangan syariah seperti lelang wakaf produktif dan edukasi ZISWAF.

Selain itu, Sharia Fair diikuti UMKM unggulan dari sektor makanan olahan, fesyen, serta produk pertanian dan olahan pondok pesantren di Sulawesi Tenggara. Berbagai talkshow juga digelar untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat.

Penguatan UMKM direalisasikan melalui showcasing produk, business matching pembiayaan syariah, serta coaching clinic dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

Di sektor digital, kegiatan ini mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui perluasan akseptasi dan penggunaan QRIS, serta peningkatan literasi digital melalui talkshow interaktif.

Upaya ini diperkuat melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi perlindungan konsumen dan transaksi digital.

Penyelenggaraan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 sekaligus menjawab tantangan perekonomian yang mendukung perluasan ekonomi syariah nasional melalui pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, perluasan implementasi ekonomi dan keuangan syariah, serta pemberdayaan UMKM.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan daerah, untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Tenggara guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA