Vritta.id-Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar), telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog, untuk pembangunan sejumlah fasilitas pascapanen di atas lahan seluas 4 hektar.
Pembangunan fasilitas ini sejalan dengan misi Pemkab Mubar mendorong swasembada/kemandirian dan ketahanan pangan daerah.
Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengatakan, MoU ini berkaitan dengan pembangunan fasilitas pengolahan padi berupa Rice Milling Unit (RMU), gudang seribu, serta fasilitas pengolahan jagung dengan kapasitas 4.000 ton.
“Terima kasih kepada putra daerah kita, Jaelani, perwakilan Sultra di DPR RI, sehingga kerjasama dengan Bulog bisa terjalin,” kata Darwjn.
Darwin mengatakan, program yang direncanakan mulai berjalan pada 2026 ini, akan didukung alokasi anggaran sebesar Rp 150 miliar.
Pemkab Mubar, lanjut Darwin, telah merampungkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), menyiapkan lahan untuk diserahkan kepada Bulog.
“Saat ini, pemanfaatan lahan tinggal menunggu persetujuan DPR sebelum memasuki tahap pembangunan,” kata Bupatu Darwin.
Infrastruktur pascapanen, menurut Darwin, sangat dibutuhkan masyarakat, terutama petani yang selama ini harus membawa hasil panennya ke luar daerah untuk digiling atau dikeringkan.
Kondisi itu membuat biaya distribusi meningkat dan harga jual di tingkat petani tidak stabil atau cenderung fluktuatif.
“Di Muna Barat belum ada penggiling jagung, sehingga harga selalu fluktuatif. Dengan hadirnya fasilitas ini, kita bisa memaksimalkan hasil petani, baik padi maupun jagung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari prioritas daerah pada 2026.
Darwin berharap pembangunan ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas pangan dan peningkatan perekonomian masyarakat Muna Barat.
Dengan hadirnya gudang penyimpanan dan unit penggilingan padi (RMU) di wilayah Muna Barat, penanganan pascapanen diproyeksikan menjadi lebih ringkas.
“Saya bersyukur Bulog membantu kebutuhan petani kita. Fasilitas ini sudah lama diharapkan karena selama ini petani harus keluar daerah hanya untuk mengeringkan padi atau jagung. Dengan adanya RMU, gudang, dan fasilitas pengolahan jagung, kesejahteraan petani bisa lebih meningkat,” ujarnya.
Infrastruktur baru ini juga diharapkan mampu memangkas ongkos distribusi, mempercepat alur pengolahan gabah, serta menjaga mutu beras agar tidak menurun akibat keterlambatan proses produksi hingga distribusi hasil panen.
Pembangunan ini sejalan dengan upaya Pemkab Mubar memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan beras dan gabah di Sulawesi Tenggara.
Bulog sendiri sebelumnya telah menunjukkan komitmen serupa di sejumlah daerah melalui penyediaan gudang tambahan untuk menampung serapan gabah dan beras petani.
Pembangunan ini dipandang sebagai langkah penting untuk stabilitas harga komoditas, mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar daerah, serta membuka peluang pengelolaan hasil panen yang lebih optimal di wilayah sendiri.
Tidak ada komentar