Pemkot Kendari Rumuskan Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Nov 2025 18:04 243 Vritta

Vritta.id-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh elemen pemerintahan menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca ekstrem. Ia menyebutkan bahwa secara topografi, Kota Kendari didominasi oleh dataran dan bukit, di mana daerah datar berada di bagian dan selatan Teluk Kendari.

Wilayah ini juga dikepung perbukitan, diapit teluk, dan didominasi dataran rendah, sehingga rentan terhadap bencana banjir, longsor, dan gelombang tinggi.

“Kita harus siap siaga, apalagi intensitas hujan dan cuaca saat ini sulit diprediksi,” ujar Amir Hasan, saat memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem hidrometeorologi di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Senin, 3 November  2025.

Amir lebih jauh menyampaikan instruksi Wali Kota Kendari yang saat ini tengah menghadiri agenda internasional di Jakarta dan Singapura, agar seluruh stakeholder terkait, mengoordinasikan langkah-langkah kesiapsiagaan dan mitigasi. Ia juga menekankan agar seluruh jajaran camat dan lurah segera menyiapkan tim lapangan dan tidak hanya bekerja di kantor.

“Mulai besok, semua harus turun ke lapangan memastikan wilayah masing-masing terkendali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amir Hasan menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi dalam menanggulangi potensi bencana. Ia meminta BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan OPD lainnya selalu siaga 24 jam, mengingat puncak musim hujan diprediksi akan terjadi antara November 2025 hingga April 2026.

“Ketika ada laporan darurat, jangan tunda. Kita harus hadir di lokasi secepatnya,” katanya.

Kepala BMKG Kota Kendari, Sugeng Widarko, mengatakan bahwa dinamika cuaca global saat ini dipengaruhi oleh fenomena ENSO (El Niño–Southern Oscillation). Menurut Sugeng, kondisi terkini menunjukkan pergeseran menuju fase La Niña lemah, yang berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kota Kendari.

“Curah hujan diperkirakan lebih tinggi dari normal, sehingga potensi banjir dan longsor perlu diwaspadai,” kata Sugeng.

Ia menambahkan, berdasarkan analisis anomali suhu permukaan laut di wilayah Laut Banda dan perairan Buton, terdapat indikasi peningkatan kelembapan atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.

Namun demikian, BMKG memprediksi kondisi ENSO akan kembali netral pada awal 2026, yang diharapkan dapat menstabilkan pola hujan di wilayah Kendari.

“Walau netral, potensi hujan ekstrem tetap ada terutama di masa peralihan musim,” katanya.

Sekda Amir Hasan kembali mengingatkan seluruh aparatur untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta memantau kondisi wilayah secara rutin. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama agar Kota Kendari tetap aman dan tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.(*)

 

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA