Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lapuko, Nurbaya/Foto: Istimewa. Vritta.id-Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Lapuko, Nurbaya, menegaskan akan mengerahkan penyelidikan jika ditemukan pelanggaran dalam rute pelayaran KM Alif Berkah 01, yang berujung kandas di perairan Bokori, Kabupaten Konawe, 9 Juni 2025.
Nurbaya lebih jauh mengungkapkan bahwa proses penyelidikan tengah berlangsung. Koordinasi dilakukan dengan KSOP Kendari dan akan dilanjutkan ke Direktorat Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), selaku pemegang otoritas yang mengawasi persetujuan pelayaran.
“Jika ditemukan pelanggaran, urusan sanksi akan ditindaklanjuti sesuai prosedur oleh pihak yang berwenang,” tegas Kepala UPP Lapuko Nurbaya, Selasa, 10 Juni 2025.
Nurbaya menjelaskan bahwa saat kejadian kapal kandas ini, kapal konstruksi baja ASDP yang biasa melayani rute penyeberangan Kendari-Langara dan sebaliknya, mengalami kerusakan, sehingga masyarakat beralih menggunakan kapal rakyat. Pelayaran kali ini bertepatan dengan puncak arus balik, sehingga terjadi lonjakan penumpang.
“Kapal ASDP rusak semalam dan tidak beroperasi. Yang tersedia hanya kapal rakyat, baik yang berbahan baja maupun tradisional. Secara hukum, kapal-kapal ini berhak mengangkut penumpang selama memenuhi syarat keselamatan,” ujar Kepala UPP Lapuko Nurbaya.
Menurut Nurbaya, kapal rakyat yang digunakan telah dinyatakan layak berlayar berdasarkan sertifikat resmi, dan dilengkapi dokumen penting seperti Master Sailing Declaration serta surat pernyataan nakhoda.
Namun, dalam pelayaran menuju Kendari, kapal tersebut keluar dari jalur aman, akibat hempasan ombak, sehingga menabrak karang.
“Seharusnya kapal berlayar di antara rambu. Tapi kapal terlalu ke kanan dan akhirnya jatuh kanan, istilah pelautnya. Ini menyebabkan kapal kandas,” ujarnya.
Kondisi cuaca yang kurang bersahabat juga disebut turut memperburuk situasi.
“Cuaca dan kondisi eksternal sangat memengaruhi. Penumpang panik dan bergeser ke sisi kanan kapal, menambah ketidakseimbangan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Basarnas Kendari, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang dan ABK kapal, berhasil dievakuasi selamat.
“Penyebab utama kapal kandas belum dirinci dalam laporan resmi. Namun, kondisi perairan yang dangkal di sekitar Pulau Bokori diduga menjadi faktor utama. Saat kejadian, cuaca dilaporkan berawan dengan gelombang 0,5 meter dan angin 6 km/jam dari timur laut. Seluruh penumpang selamat. 1 orang penumpang selamat juga telah menjalani perawatan di RS Santa Anna,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Kendari, Amiruddin.
Tidak ada komentar