Andi Sumangerukka mengabadikan momen bersama masyarakat Maluku di Sultra, Senin, 22 Januari 2024.
Vritta.id-Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), silaturahmi bersama Kerukunan Masyarakat Indonesia Maluku (KMIM) Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin, 22 Januari 2024.
Sambutan tarian khas Maluku diakhiri dengan pengalungan bunga menandai kebanggaan atas kehadiran Purnawirawan TNI-AD ini.
Kerukunan Warga Maluku diketahui telah menyatakan sikap mendukung Andi Sumangerukka sebagai figur unggulan yang layak menduduki kursi DPR RI.
“Ibu-ibu, anak muda, orangtua, semua disini mendukung pak Jenderal (Andi Sumangerukka). Kami percaya beliau mampu memimpin Sultra dengan segala keberagamannya. Kami juga satu hati mendukung beliau sebagai Calon Gubernur Sultra,” kata Ketua Kerukunan Masyarakat Maluku Sultra, Yansen Sirtolang, saat menyampaikan sambutannya.
Didampingi kader PPP, Sultra, ASR dalam agenda silaturahmi sekaligus kampanye ini mengungkapkan sederet program prioritasnya ketika diamanahkan rakyat menduduki kursi kepemimpinan pada pesta demokrasi nanti.
“Semua aspirasi kita bersama rumuskan disini. Mulai dari pembangunan jalan, peningkatan kapasitas SDM, peningkatan kuaitas pendidikan, serta yang tak kalah penting adalah menyatukan langkah, soliditas dalam keberagaman suku (multi etnis),” kata ASR, di sela-sela kunjungannya.
Silaturahmi DPW PPP Sultra ini juga dihadiri beberapa kader yang diusung dalam Pemilu 2024 diantaranya: Abdul Razak, Bakal Calon Wali Kota Kendari, Bakal Calon Bupati Konawe, Litanto, dan sederet kader unggulan PPP Sultra.
“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa hari ini. Seperti semangat warga Maluku. Salam satu jiwa. Hari ini kita berkumpul di tempat yang berbahagia ini, untuk menyatukan soliditas membangun daerah ini,” kata ASR.
Silaturahmi kali ini ditutup dengan atraksi budaya ‘bambu gila’ yang dipimpin Yansen Sirtolang. Atraksi bambu gila merupakan sebuah atraksi asal Maluku. Bambu gila, buluh gila atau bara suwen melibatkan beberapa peserta (biasanya 7 orang atau lebih).
Peserta atraksi diwajibkan mengenakan atribut serba merah. Atraksi dimulai saat sang pawang membakar kemenyan dan tempurung. Di saat yang sama, peserta harus membopong erat bambu, sebab ketika ritual dimulai, bambu ini dipercaya bergerak liar mengikuti hentakan musik tradisional Maluku. Semakin cepat ritme musiknya, semakin liar gerak bambunya.
Tidak ada komentar