Perempuan Indonesia Maju Dikukuhkan di Sultra, Siap jadi Pioneer Pembangunan Lintas Sektor

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Jun 2025 00:41 355 Vritta

Vritta.id- Gerakan pemberdayaan perempuan kini memasuki babak baru di Sulawesi Tenggara. Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM), yang telah menjangkau 26 provinsi dan menancapkan kiprahnya hingga mancanegara, resmi mengukuhkan pengurus wilayah di Kendari, Senin, 2 Juni 2025.

Pengukuhan kali ini membawa sinyalemen kuat bahwa perempuan Indonesia siap ambil bagian dalam pembangunan dari desa hingga panggung dunia.

Dalam pelantikan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara serta sejumlah kepala daerah, PIM menegaskan misi mereka: memperkuat peran perempuan dalam pembangunan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga ekonomi kreatif.

“Kalau negara ingin maju, perempuannya harus maju. PIM hadir bukan hanya sebagai penggerak perempuan, tapi juga sebagai mitra aktif pemerintah daerah,” ujar Wakil Gubernur Sultra, Hugua.

Tidak hanya aktif di dalam negeri, PIM juga melebarkan sayap hingga ke luar negeri. Mereka telah melakukan berbagai kegiatan budaya dan diplomasi sosial di Hongkong, Paris, dan kota-kota lain, termasuk kampanye internasional pengenalan kebaya yang mendapat dukungan dari Konsulat RI setempat.

Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro menegaskan bahwa organisasi ini mengusung pendekatan lintas sektor dan lintas batas.

“Kami bukan hanya komunitas perempuan, tapi mesin sosial yang siap mendorong transformasi. Kami memiliki 9 Wakil Ketua Umum dan 45 pengurus di Sulawesi Tenggara yang akan membentuk cabang di 17 kabupaten/kota,” katanya.

Menariknya, PIM juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Desa dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan, serta tengah mempersiapkan perjanjian kerja sama (PKS) untuk mempercepat realisasi program-program lapangan, termasuk program pendampingan perempuan dan pelatihan keterampilan.

“Melalui gerakan bertajuk Ruang Bersama Indonesia, PIM menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberlanjutan pembangunan dan ketahanan sosial,” kata Ketua DPW PIM Sultra, Yusniar Asrina Afdhal.

“Di tengah tantangan global, pemberdayaan perempuan menjadi kunci percepatan pembangunan. PIM hadir dengan model kolaborasi yang menyatukan pemerintah, masyarakat, dan diaspora untuk memperkuat posisi perempuan sebagai agen perubahan,” pungkasnya

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA