Kunjungan Kemenparekraf di Desa wisata Sani-Sani/Foto: Istimewa. Vritta.id-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terus berupaya mendorong kebangkitan ekonomi dan pariwisata Indonesia, terutama pasca fase pandemi.
Salah satu program solutif yang dilaksanakan adalah Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023. Program ini merupakan salah satu program unggulan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Program ini salah satu lokomotif penggerak kebangkitan ekonomi dan pariwisata di Indonesia pasca pandemi.Untuk ketiga kalinya dengan mengangkat tema Pariwisata berkelas dunia untuk Indonesia bangkit,” karta Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga Uno, Kamis, 16 November 2023.
Lebih jauh Sandiaga berharap program ini mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat.”
Adapun tujuan program ini yaitu menstimulus daya bangkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong terciptanya lapangan kerja dengan community base tourism yang dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi desa, dengan kebangkitan ekonomi dari untuk membangun Indonesia.
Selain itu, program ini diharapkan dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf.
Setelah sukses di tahun 2021 dengan1.831 peserta, jumlah desa peserta program ini meningkat tajam di tahun 2022 dengan 3.419 desa wisata, dan di tahun 2023 ini menjadi 4.573 Desa wisata terjaring dari Sabang sampai Merauke.
“Semangat ADWI 2023 ini mengedepankan desa wisata berkelas dunia untuk menggaungkan Indonesia lebih luas lagi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. Saya yakin, ini merupakan program yang tepat sasaran dengan basic komunitas masyarakat yang ada di desa. Saya yakin jikakita bisa beradaptasi, terus berkolaborasi dan berupaya meningkatkan inovasi dari desa wisata, kita bisa membuka lapangan kerja yang luas dan saya pastikan4,4 juta lapangan kerja dapat tercipta sampai tahun 2024. Dan akhirnya dari desalah kita membangun Indonesia.”
Kutipan pernyataan penuh semangat Mas Menteri SandiagaUno ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan pariwisata, di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023.
Antusiasme ribuan desa wisata tersebut diharapkan mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia kedepannya.
Dengan semangat kolaborasi, Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 menjalin kerjasama dengan mitra strategis, salah satunya PLN.
Adapun kategori penilaian ADWI tahun 2023 meliputi:
1. Daya Tarik Pengunjung (Alam dan Buatan serta Seni dan Budaya)
2. Homestay & Toilet
3. Suvenir (Kuliner, Fashion dan Kriya)
4. Digital dan Kreatif
5. CHSE & Kelembagaan Desa.
Kategori penilaian yang diusung diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan serta berstandar internasional untuk pariwisata Indonesia mendunia.
Salah satu desa wisata dengan sejuta potensi sumberdaya alamnya yakni Desa Wisata Sani-Sani, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Desa Wisata Sani-Sani terletak di Kecamatan Samaturu, kurang lebih 26 km dari pusat kota Kolaka, bisa dicapai dengan kendaraan bermotor sekitar 20-30 menit. Masyarakat desa ini adalah didominasi petani dan nelayan.
Desa ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa seperti pantai, sawah, tambak, kebun cengkeh dan coklat.
Suasana pedesaan masih asri. Berada di puncak perkebunan cengkeh ini seolah membawa pengunjung menuju ke awan. Dengan potensi keindahan dan sumberdaya alam tersebut, pemerintah desa dan masyarakat sepakat untuk menjadikan desa sani-sani sebagai desa wisata, yaitu arah pembangunan desa dan pengembangannya memaksimalkan potensi desa yang ada menjadi objek wisata,tentunya tanpa menghilangkan kearifan lokal dan suasana desanya.
Atas upaya dan tekad bersama, maka Pemerintah Kabupaten Kolaka menetapkan Desa Sani-Sani sebagai Desa Wisata dengan SK Bupati KolakaNo.188.45/316/2020 tanggal 16 september 2020.
Desa wisata Sani-Sani telah mengembangkan beberapa objek wisata dan program wisata seperti: Paket wisata LivingLife, Paket wisata Camping yang terbagi ke dalam 3 tempat yaitu camping di puncak, sungai, atau pantai.
Selain potensi alam pedesaan, masyarakat Desa Sani-Sani juga melestarikan kesenian tradisional yang memberikan pengalaman belajar menari atau melakukan kegiatan sanggar lainnya, yaitu kerajinan dari limbah minuman plastik, kerajinan bambu ataupun membuat mebel dari bambu dan kayu.
“MOMAHE FOR THE WORLD” adalah brand Desa Wisata Sani – Sani, Momahe dalam bahasa lokal mekongga tolaki berarti “Cantik”. Sani-Sani dimaknai sebagai “Kecantikan untuk dunia”.
Selain itu, kata MOMAHE ini juga merupakan akronim dalam bahasa inggris yaitu; MO =Move, MA = Make, HE = Here, yang berarti “Kami bergerak, berbuat dari desa wisata Sani-Sani untuk Dunia”.
Ini menjadikan semangat bagi masyarakat desa wisata Sani-Sani untuk bebenah terus bagi desanya.
DAYA TARIK PENGUNJUNG
Alam & Buatan
– Wisata Alam
● Sawah Lalonggasu, Lasarau, Kapu
Desa wisata Sani-sani memiliki 3 saawah yang terbentang di 3 dusun. Sawah ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga setempat. Wisatawan disuguhkan dengan pemandangan sawah hijau membentang dari pintu masuk desa.
Di kawasan ini, wisatawan bisa memesan paket kuliner di sawah dengan konsep rijsttafel atau cara penyajian makanan berurutan dengan pilihan berbagai macam hidangan. Pengunjung juga dibolehkan merasakan pengalaman menjadi petani sawah dengan mengikuti kegiatan bertani secara langsung.
● ShakaBeach
Pantai Shaka menawarkan pemandangan laut yang masih belum banyak dicampuri tangan manusia. Terdapat banyak petani rumput laut dan pengrajin kapal di area sekitar pemukiman warga. Wisatawan juga bisa menyebrang ke Pulau Padamarang yang berjarak 30 menit dari Pantai Shaka.
Di kawasnan ini juga terdapat paket wisata “Shaka Beach Culinary” yang menyajikan beragam menu makanan & minuman khas, diantaranya menu makanan sinonggi (makanan khas desa yang terbuat dari sagu + sayur bening, ikan dan sambal yang diracik sesuai selera), berbagai menu ikan, anekajus segar, air kelapa muda semua makanan dan minuman dioleh oleh masyarakat anggota koperasi Pesona Indah Kapu.
Di Shaka Beach Culinary, juga disediakanpaket kuliner untuk acara arisan, ulang tahun, reuni, rapat dll. Selain bisa menikmati makan & minum, tamu yang datang bisa juga berenang, menikmati wahana banana boat, main pelayu hingga layang – layang.
Selain Shaka Beach Culinary, wisatawan juga dapat melibatkan diri memanen hingga mengolah makanan dari bahan baku rumput laut.
Tak hanya itu, juga bisa menikmati atraksi mencari nener atau bibit ikan bandeng dengan menyiapkan alat yang dibutuhkan berupa tangkai pohon pisang, ember kecil, serok ikan, dan mangkok kecil.
Tak ketinggalan juga menikmati aktifitas seru di tepi pantai menikmati rebusan pisang, jagung dan hangatnya minuman saraba (sejenis bandrek) madu.
● Puncak Indah Kapu 1 & 2
Spot wisata yang tak kalah indahnya adalah Puncak Indah Kapu. Seperti namanya, destinasi ini menawarkan pengalaman berkemah di tengah perkebunan cengkeh warga.
Destinasi ini memiliki 2 puncak yang menjulang diantara di Pos 2 dan Pos 4. Di Puncak Indah Kapu 1 terdapat landscape alam glamping “River of Clouds” yang menampilkan pantulan keindahan awan di antara sungai yang membentang. keindahan alam ini dapat dinikmati sejak dini ahri.
Menuju siang hari, wisatawan juga masih bisa menikmati atraksi lainnya yaitu mengenal dan menjelajahi perkebunan cengkeh, mulai dari menanam hingga memanen cengkeh jika sudah tiba musim panen.
Ditengah-tengah penjelajahan ini, wisatawan juga sekaligus akan dimanjakan dengan suasana alam yang lekat dengan nyanyian serangga yang oleh masyarakat lokal dikenal dengan sebutan nyeng-nyeng. Dimalam hari, area perkebunan cengkeh ini seolah berubah menjadi lautan bintang, yang menyuguhkan nuansa romansa dan ketenangan
Lokasi berikutnya adalah lokasi camping di Puncak Indah Kapu 2 yang diberi nama”Garden In The Sky camp”. Di lokasi ini, wisatawan akan menemukan pengalaman yang berbeda dari puncak yang pertama yaitu seolah berada ditaman langit, sebab dari lokasi ini kita bisa melihat sekaligus dua pemandangan yang berbeda. Di satu sisi kita akan melihat pemandangan laut dengan gugusan pulau padamarang. Di satu sisi lainnya, mata kita tertuju ke pemandangan sebuah lembah pedesaan. Uniknya, keindahan alam ini dapat dinikmati dari satu titik.
Diantara keindahan alamnya, destinasi wisata Puncak Indah Kapu juga tak lupa menyelipkan jajanan khas suku Bugis, jajanan dari daerah Kajang, dan Mekongga Tolaki Kolaka.
Lokasi camping ini juga dilengkapi fasilitas kamar mandi dan WC, serta tempat Ibadah. Fasilitas Camping juga tak lupa disediakan pihak pengelola termasuk alas atau palet untuk tempat tenda agar wisatawan tetap terlindungi saat cuaca buruk.
● PulauAnoa
Desa wisata Sani-Sani terus bebenah, sekaligus akan menjadi desa penyangga bagi Objek wisata yang sedang dipersiapkan oPemda yaitu Objek Wisata Pulau Anoa, yaitu Pulau yang dipersiapkan sebagai habitat satwa endemik Sulawesi Tenggara, Anoa.
Objek wisata ini diharapkan akan menjadi objek wisata yang mampu menarik wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara.
-WisataBuatan
● Trail Adventure Puncak Indah Kapu
Untuk menjelajahi kawasan Puncak Indah Kapu, wisatawan cukup mengendarai motor trail dan menikmati perkebunan cengkeh dengan jalur yang sudah disiapkan. Bagi wisatawan yang tidak bisa mengendarai motor trail tapi ingin menikmati wisata trail adventure, maka wisatawan juga bisa meyewa motor trail sekaligus pengendara yang memandu wisatawan menjelajahi destinasi impiannya.
● Tubbing Rafting Sungai Amburini
Tubbing Rafting, atraksi baru di Desa Sani-Sani ini juga tak kalah seru menyajikan pengalaman seru bagi wisatawan yang menyukai tantangan. Wisatawan akan dipandu oleh guide profesional yang mengenali persis detail medan Sungai Amburini.
– Budaya
● Sanggar Seni Ullelenggapu
Wisatawan bisa menyaksikan pangelaran seni tari tradisional seperti tari Omuara & Monotambe sebagai tarian penyambut, dan tari Lullo sebagai tarian perpisahan. Wisatawan bisa juga ikut belajar menari dan mengenal mengenai makna setiap tarian.
2. .Homestay
Desa Wisata Sani-Sani memiliki 50 Homestay yang dikelola warga dengan fasilitas yang memadai dan kebersihan yang sangat terjaga.
3. Souvenir
• Kuliner
Kuliner dari Desa wisata Sani-sani sangat beragam seperti olahan rumput laut; dodol rumput laut, manisan rumput laut, hingga sirup rumput laut. Tak lupa kuliner pelengkap lainnya dengan cita rasa khas Sulawesi Tenggara.
• Fesyen
Di Desa Wisata Sani-Sani, warga tengah memproduksi kain ecoprint yang memanfaatkan pewarna alam. Produksi ecoprint diharapkan menstimulus perekonomian daerah setempat.
• Kriya
Desa Wisata Sani-Sani memanfaatkan limbah sampah menjadi nampan bosara yang berfungsi sebagai wadah penganan untuk tamu. Ada juga kerajinan bambu dan mebel dari bambu dan kayu.
4. Digital dan Kreatif
Pemuda Sani-Sani telah mempromosikan keindahan destinasi wisata Sani-Sani lewat berbagai platform media sosial.
Digital
• Facebook:DesaWisataSani-Sani
• Instagram:@wisatasanisani.id
• Twitter:@desawisata_sanisani
Kreatif
• Paket Wisata LivingLife
• Paket Wisata Seaweed Garden
• Paket Wisata All About Clove
5. Kelembagaan Desa Wisata & CHSE
• Kelembagaan Desa
Desa Wisata Sani-Sani dikelola oleh Pokdarwis sebagai anggota Koperasi Pesona Indah Kapu dan BUMDES Ullelenggapu.
• CHSE
Terdapat tempat cuci tangan (air mengalir) dan sabun cair, serta Hand Sanitizer di berbagai titik. ***
Tidak ada komentar