Tips Aman Berkendara Saat Hujan Abu Vulkanik Ala Honda

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 14:21 38 Vritta

Vritta.id-Hujan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko saat berkendara. Partikel abu yang beterbangan dapat mengganggu pandangan dan kenyamanan pengendara, sehingga diperlukan kewaspadaan lebih serta perlengkapan tambahan untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.

Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat. Sedangkan bagi pengendara yang harus tetap menempuh perjalanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Persiapkan Diri dan Kendaraan

Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap seperti helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi bagian wajah dan mata. Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dan kacamata tambahan yang dapat memberikan perlindungan dari iritasi pada mata bila terpapar langsung.

Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan. Partikel abu yang menempel dapat mengganggu pandangan. Membersihkan visor sembarangan karena partikel abu berpotensi menggores permukaannya sehingga mengganggu pandangan.

Selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa. Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta kondisi mesin berfungsi dengan baik.

Komponen kendaraan yang berkaitan dengan penyaring udara juga perlu diperhatikan, sebab abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.

Sebelum berangkat, pengendara juga sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan.

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Saat berkendara di tengah hujan abu, pengendara perlu mengurangi kecepatan. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkram ban.

Hindari manuver tiba-tiba. Kendalikan kendaraan dengan lebih teliti dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan. Bentangkan jarak aman yang lebih awas dari biasanya.

Jangan Memaksakan Diri Saat Kondisi Memburuk

Jika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Kurangi kecepatan bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari tempat yang aman untuk menepi.

Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika abu masih pekat.

Perhatikan Kendaraan Setelah Terpapar Abu

Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah tiba di tujuan. Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.

Jika terdapat penurunan performa, dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di AHASS terdekat.

Hindari menggosok permukaan kendaraan saat kering. Bersihkan terlebih dahulu dengan air secara hati-hati untuk mencegah goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho mengatakan, pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri saat terjadi hujan abu vulkanik. Prediksikan bahaya sedini mungkin, sehingga resiko buruk dapat dimitigasi atau dicegah.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.***

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA