OJK Sultra Scale Up Program Kakao ke Kolaka Utara, Produksi Capai 62.260 Ton per Tahun

waktu baca 3 menit
Rabu, 2 Sep 2026 20:54 36 Vritta

Vritta.id-Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra), memperkuat koordinasi bersama para pemangku kepentingan dalam rangka mempersiapkan scale up Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Program ini fokus mengoptimalkan potensi Kabupaten Kolaka Utara yang dikenal sebagai wilayah produsen kakao terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rapat koordinasi strategis persiapan program PED digelar di Learning Center Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dihadiri oleh 43 perwakilan. Rapat dipimpin oleh Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., serta dihadiri Kepala Direktorat Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Winter Marbun; Perwakilan Bank Indonesia Sultra (BI Sultra); Bank Sultra; Permodalan Nasional Madani (PNM); Pegadaian; BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK); serta pihak *offtaker* PT Comextra Majora

Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha. Bismi menekankan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) untuk mendorong kontribusi Sektor Jasa Keuangan (SJK) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

“Komoditas kakao merupakan komoditas prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Setelah sebelumnya sukses mengimplementasikan PED komoditas kakao di Kabupaten Konawe Selatan, kini kami memperluas cakupannya ke Kabupaten Kolaka Utara yang memiliki potensi sangat besar yaitu mencatatkan total produksi mencapai 62.260 ton per tahun dengan luas areal perkebunan mencapai 78.969 hektare,” ujar Bismi.

Keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem ini. Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., menyambut baik dan mengapresiasi fasilitasi yang diinisiasi oleh OJK Sultra. Pihaknya menegaskan komitmen penuh dalam mendukung penyediaan data pelaku usaha, penguatan kelembagaan, serta integrasi program daerah dengan skema hilirisasi kakao.

“Pengembangan kakao harus melihat keseluruhan ekosistem dari hulu hingga pemasaran dan nilai tambah. Kita perlu mendorong perubahan orientasi dari mengejar sebanyak-banyaknya kilogram (‘berburu berat’) menjadi mengejar produktivitas sekaligus kualitas dan nilai setiap kilogram (‘berburu nilai’), serta menghilangkan ego sektoral dengan membagi peran secara jelas pada setiap rantai nilai,” ujar Bupati Kolaka Utara.

Optimalisasi Pembiayaan Non-Perbankan

Sementara itu, Kepala Direktorat Pengembangan PVML OJK, Winter Marbun, menyoroti pentingnya optimalisasi pembiayaan dan pemanfaatan lembaga pembiayaan non-perbankan, ventura, serta mikro. Menurutnya, pelindungan serta fleksibilitas permodalan melalui industri pembiayaan ini sangat krusial untuk memberikan dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, dan petani kakao agar usaha mereka semakin mandiri dan berdaya saing.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kolaka Utara dipersiapkan untuk tidak hanya menyuplai biji kakao mentah yang mudah hilang identitasnya dalam rantai perdagangan, melainkan mampu membangun identitas mutu, standardisasi proses, serta profil cita rasa Kakao Kolaka Utara yang memiliki asal-usul jelas dan diakui di pasar global.

Rangkaian penguatan ekosistem rantai pasok (value chain) yang terintegrasi ini didukung penuh oleh sinergi lintas sektor yang melibatkan BI, Bank Sultra, PNM, BPJS Ketenagakerjaan, Pegadaian, serta pihak offtaker.

Kolaborasi strategis ini dihadirkan untuk membantu komoditas kakao Kabupaten Kolaka Utara secara menyeluruh, mulai dari modernisasi dan permodalan di hulu, perlindungan jaminan sosial bagi petani, dukungan standardisasi ekspor, hingga kepastian pasar di hilir.

OJK Sultra bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendorong penguatan literasi keuangan, inkubasi keluarga petani agar bankable, pembiayaan rantai pasok (supply chain financing), serta perluasan akses pembiayaan sektor riil.

Pelaksanaan perluasan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Kakao ke Kabupaten Kolaka Utara ini diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi juga momentum untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemberdayaan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut konkret dari rapat koordinasi ini, langkah strategis berikutnya yang akan segera dilaksanakan adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang direncanakan akan dilaksanakan secara langsung di Kabupaten Kolaka Utara.***

 

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA