Vritta.id-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari, dibawah komando Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menginisiasi peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026, Rabu, 15 April 2026.
Program strategis hasil kolaboras dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara ini, diklaim sebahai strategi baru menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko cuaca ekstrem yang memengaruhi pasokan pangan.
Data pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang tercatat pada Maret 2026 menunjukkan bahwa inflasi Kota Kendari sebesar 0,33% (mtm) atau 2,95% (yoy).

Komoditas seperti beras, cabai rawit, dan ikan kembung menjadi penyumbang utama, yang menegaskan bahwa sektor pangan sangat menDentukan stabilitas ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kata kuncinya adalah sinergi. Tanpa sinergi, program yang baik akan berjalan sendiri-sendiri. Namun dengan sinergi, program yang sama dapat menjadi jauh lebih luas dampaknya,” ujarnya.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M, menambahkan bahwa inflasi yang terkendali adalah prasyarat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Rakor Pangan 2026 bertujuan menjaga inflasi tetap stabil melalui program inovatif dan inklusif,” ujarnya.
Tidak ada komentar