Bank Indonesia dan Balai Bahasa Sultra Kolaborasi Perkuat Literasi Keuangan Anak Lewat Buku Cerita

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Okt 2025 19:19 514 Vritta

Vritta.id-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPw BI Sultra) bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, meluncurkan Buku Cerita Anak “Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah”.

Peluncuran buku yang dipusatkan di Mall The Park Kendari, 20-22 Oktober ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025.

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergi strategis antara Bank Indonesia dan Balai Bahasa Sultra, dalam mendorong inovasi literasi keuangan yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi.

Peluncuran buku cerita anak CBP ini dipimpin Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Andi Dadjeng, Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, dan perwakilan dinas terkait lainnya.

Adapun dua buku cerita anak yang diluncurkan kali ini berjudul “Rahasia Laci Nenek” dan “Uang yang Bicara”. Kedua buku ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Bahasa Sultra dan Bank Indonesia Sultra, yang memuat pesan moral dan nilai edukatif tentang pentingnya mencintai, memahami, dan menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Kegiatan peluncuran buku ini juga menjadi bagian dari diseminasi produk penerjemahan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara yang pada tahun 2025, yang berhasil melahirkan 35 buku cerita anak dwibahasa, termasuk dua buku hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia yang mengangkat nilai-nilai Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Cerita “Rahasia Laci Nenek”.

Buku ini menyoroti kisah uang kampua sebagai bagian dari sejarah budaya lokal yang ditulis dengan dwibahasa menggunakan Bahasa Wolio.  Sedangkan “Uang yang Bicara” memperkenalkan perjalanan uang Rupiah dan pentingnya menjaga peredaran uang layak edar di seluruh wilayah Indonesia yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Wakatobi.

“Penulisan dwibahasa pada dua buku cerita anak ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan menumbuhkan rasa kebanggaan atas bahasa daerah,” kata Dewi Pridayanti.

Tidak hanya meluncurkan buku cerita anak CBP, sinergi juga terjalin dengan komunitas kendari membacakan nyaring. Komunitas ini juga terlibat membacakan buku cerita “Uang yang Berbicara” secara langsung kepada anak anak. Selain itu, terdapat juga alih wahana berupa tarian, yang menceritakan isi cerita buku “Rahasia Laci Nenek”. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan contoh pemanfaatan buku cerita anak yang implementatif.

Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025 ini juga turut dimeriahkan dengan Lomba Mewarnai Cinta Bangga Paham Rupiah, Gelar Wicara
Literasi Keuangan yang dapat diikuti oleh masyarakat umum, dan Zona Literasi yang bersinergi dengan Perpustakaan Bank Indonesia, di Mall The Park Kendari.

Zona literasi ini menjadi ruang interaktif, sekaligus membuka akses bagi pengunjung, untuk membaca berbagai koleksi buku ekonomi dan literasi keuangan serta permainan edukatif lainnya.

“Melalui Zona Literasi ini, Bank Indonesia ingin mendorong minat baca masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap literasi keuangan,” ujar Edwin.

Sinergi antara Bank Indonesia dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara merupakan aksi nyata memperkuat ekosistem literasi keuangan inklusif di Sulawesi Tenggara.

Melalui pendekatan yang inovatif dan berorientasi pada generasi muda, diharapkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat tertanam kuat sebagai bagian dari karakter bangsa serta menjadi pondasi bagi masyarakat yang cerdas finansial, berbudaya, dan berdaya saing di masa depan.(***)

 

 

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA