Vritta.id-Dessy Indah Rachmat resmi menakhodai Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Tenggara, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII periode kepengurusan 2025–2029, Sabtu, 23 Agustus 2025.
“Amanah ini adalah kepercayaan kolektif. Saya menyadari estafet kepemimpinan ini saya terima dari para pendahulu yang telah bekerja maksimal. Insha Allah, di masa kepemimpinan saya IPSI akan fokus pada konsolidasi organisasi, transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan prestasi atlet,” kata Dessy.
Dessy juga menekankan pentingnya pendampingan atlet dalam setiap turnamen olahraga, mulai dari level lokal hingga skala internasional. Dessy juga berkomitmen mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia melalui berbagai program pendampingan dan sertifikasi pelatih.
Baginya, pencak silat bukan hanya olahraga, melainkan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO, sehingga harus terus dilestarikan.
“Saya tidak mungkin bekerja sendirian. Keberhasilan kepemimpinan ini bergantung pada kerja keras dan solidaritas seluruh bagian dari IPSI,” imbuhnya.
Lebih jauh Dessy mengungkapkan bahwa IPSI Sultra di bawah kepemimpinan baru ini, menargetkan perolehan medali dari delapan cabang olahraga, sekaligus berkomitmen membenahi sistem administrasi, kualitas SDM termasuk pelatih, serta pengelolaan organisasi yang lebih akuntabel, transparan, dan modern.
“Dukungan penuh dari pengurus 17 kabupaten/kota juga menjadi modal besar bagi pengurus baru untuk membawa IPSI Sultra ke arah yang lebih baik,” kata Dessy.
Ketua Umum KONI Sultra, Andi Adi Aksar (Triple A), mengatakan bahwa forum Musprov ini menjadi momentum krusial membenahi organisasi, memperkuat konsolidasi kelembagaan, serta menyiapkan langkah nyata melahirkan atlet pencak silat yang mampu bersaing di level nasional hingga skala internasional.
Triple A menegaskan bahwa perbedaan pendapat dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun IPSI selalu mengedepankan semangat kekeluargaan dan musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus IPSI. Saya tidak akan pernah meninggalkan IPSI, dan saya yakin apa yang diputuskan dalam Musprov ini adalah untuk kepentingan IPSI Sultra,” ujarnya.
Tidak ada komentar