KKN UNS Hadirkan Program Penghijauan dan Ketahanan Pangan di Desa Sambirejo

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Agu 2026 21:09 17 Vritta

Vritta.id-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan program penghijauan dan penguatan ketahanan pangan di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Program bertajuk “Penghijauan dan Penguatan Ketahanan Pangan melalui Kemitraan BPDAS, KKN, dan Desa Sambirejo” itu bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah warga sebagai sumber pangan keluarga.

Program ini melibatkan mahasiswa KKN UNS, Pemerintah Desa Sambirejo, Kader Posyandu, masyarakat, serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bengawan Solo Karanganyar di bawah Kementerian Kehutanan. Melalui kemitraan tersebut, BPDAS memberikan dukungan 200 bibit tanaman gratis.

Ketua panitia KKN UNS, Rivaldo Pondiu Unggul, mengatakan bahwa fokus utama program tidak hanya sebatas membagikan bibit, tetapi juga memberikan edukasi mengenai tata cara membangun kemitraan secara mandiri kepada kader dan warga setempat.

“Kami ingin memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada kader desa agar ke depannya mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah maupun pihak eksternal secara mandiri,” ujar Riva, mahasiswa KKN UNS.

Rangkaian kegiatan dimulia dengan sosialisasi mekanisme kemitraan mandiri kepada Kader Posyandu Desa Sambirejo. Mahasiswa KKN UNS membekali para kader dengan keterampilan praktis untuk mengajukan program permohonan bantuan kepada instansi eksternal secara mandiri, dengan studi kasus pengajuan bibit ke BPDAS Bengawan Solo.

KKN di Desa Sambirejo diatensi pimpinan Pemkab Sragen dan pihak kampus. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, bersama Rektor UNS, Prof. Hartono, hadir meninjau dan mengevaluasi kegiatan ini.

Usai kegiatan evaluasi, Bupati Sragen dan Rektor UNS ikut turun langsung melakukan penanaman bibit pohon bersama mahasiswa, perangkat desa, dan warga di kawasan sempadan Embung Dewi Nawang Wulan.

Sebanyak 20 bibit pohon Tabebuya ditanam di area itu. Tujuannya menjaga konservasi air, menekan erosi, dan membenah wajah publik.

Selain aksi penghijauan, program KKN UNS jua bertujuan mendukung ketahanan pangan keluarga. Sebanyak 180 bibit tanaman buah produktif disalurkan kepada 70 Kepala Keluarga (KK) melalui Kader Posyandu.

Setiap keluarga menerima dua hingga tiga bibit untuk ditanam di pekarangan rumah guna mendukung ketahanan pangan mandiri.

Sebagai inovasi pendukung, mahasiswa KKN UNS juga meluncurkan platform media digital bernama Sambirejo Connect. Platform tersebut memuat berbagai fitur yang berguna bagi masyarakat, diantaranya draft blanko surat permohonan kemitraan mandiri, panduan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyan, kalkulator Harga Pokok Produksi (HPP) untuk pelaku UMKM, serta direktori akses beasiswa dan program pemerintah.

Dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan kekompakan Kader Posyandu yang memiliki rekam jejak sebagai Juara Posyandu Tingkat Kabupaten Sragen, menjadi kunci sukses  rangkaian program KKN UNS ini tanpa membebani anggaran desa.***

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA