Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha/Foto: Istimewa. Vritta.id-OJK Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat capaian signifikan dalam bidang literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan data Semester I 2025, OJK Sultra telah menyelenggarakan 40 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 50.364 peserta di 16 kabupaten/kota, dengan tingkat kepuasan masyarakat secara tatap muka mencapai 95,0 persen.
Namun OJK mencatat beberapa hal yang perlu dibenahi. Kota Kendari menyerap 47,8 persen peserta atau 24.044 dari total, sehingga pemerataan ke kabupaten/kota menjadi prioritas utama ke depan.
“Sasaran edukasi masih didominasi masyarakat umum sebesar 60,4 persen, sehingga perluasan ke segmen pemuda, petani, nelayan, dan penyandang disabilitas akan diperkuat. OJK juga mengembangkan kanal digital seperti siaran langsung media sosial untuk menjangkau masyarakat lebih luas tanpa menambah biaya perjalanan,” kata Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha.
Dari sisi inklusi keuangan, program TPAKD telah menyentuh lebih dari 473.155 penerima manfaat di Sulawesi Tenggara, sebagai hasil sinergi OJK, TPAKD, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan. Rinciannya meliputi 291.842 siswa/pelajar melalui Program KEJAR atau Satu Rekening Satu Pelajar, 6.323 mahasiswa melalui program Kredit/Pembiayaan Mahasiswa Rentan, dan 1.000 objek melalui program JAMPENA atau Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan bagi pegawai non-ASN, pekerja lepas, dan pekerja rentan.
Terkait Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya, Konawe, Bank Sultra menyalurkan kredit kepada nelayan dengan target pencairan kredit Rp983,29 miliar dan realisasi 92,06 persen. BRI telah menyalurkan EKI Mandiri sebesar Rp1,35 miliar. BPR Konawe Selatan merealisasikan pembiayaan kepada 216 debitur dengan porsi Rp1,26 juta per orang.
Dalam pengembangan komoditas kakao sebagai program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), realisasi 2025 di Konawe Selatan mencakup 50 petani, lahan 55 hektare, dengan pembiayaan Rp5,5 miliar bersama bank dan offtaker. Perkiraan kebutuhan bibit lima klon unggul kakao berbasis di Sultra dengan proyeksi 52.200 ton dan areal 78.900 hektare.***
Tidak ada komentar