Vritta.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar rapat koordinasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Konawe dan PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) pada Senin, 8 Juni 2026. Rapat ini digelar dalam rangka memperkuat implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kabupaten Konawe.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan pelajar, sekaligus persiapan menghadapi penilaian KEJAR Award 2026.
Program KEJAR sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis OJK untuk mendorong kepemilikan rekening simpanan oleh pelajar serta menanamkan budaya menabung sejak dini. Melalui program ini, pelajar diharapkan semakin mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab sebagai bekal dalam mengelola keuangan pada masa mendatang.
Deputi Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Indra Natsir Dahlan, menyampaikan bahwa keberhasilan Program KEJAR memerlukan dukungan dan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan.
“Sinergi antara Pemda, BPR Bahteramas Konawe, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar. Melalui Program KEJAR, diharapkan semakin banyak pelajar yang memiliki akses terhadap produk keuangan formal yang aman, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, optimalisasi pelaksanaan program dan kualitas pelaporan capaian juga menjadi aspek penting dalam penilaian KEJAR Award 2026,” ujar Indra.
Dalam rangka KEJAR Award 2026, OJK melakukan penyempurnaan mekanisme penilaian melalui pembagian peserta ke dalam lima wilayah regional. Untuk kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik, penilaian tidak hanya mempertimbangkan capaian kepemilikan rekening pelajar, tetapi juga komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Program KEJAR melalui kebijakan dan regulasi, alokasi anggaran, integrasi dalam program kerja TPAKD, serta pelaksanaan kegiatan sosialisasi secara berkelanjutan.
Melalui mekanisme ini, Kabupaten Konawe akan bersaing bersama 81 kabupaten/kota lainnya di wilayah Sulawesi dalam menunjukkan keberhasilan implementasi Program KEJAR dan perluasan akses keuangan bagi pelajar.
OJK meyakini bahwa sinergi yang erat antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan satuan pendidikan akan menjadi faktor penting dalam membangun budaya menabung sejak dini, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta menciptakan generasi muda yang cakap finansial, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.***
Tidak ada komentar