Retreat Kadin di Akmil Magelang, Perkuat Konsolidasi Pengusaha Pejuang

waktu baca 4 menit
Minggu, 3 Agu 2025 00:39 236 Vritta

Vritta.id-Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), mengikuti retret mulai Kamis, 7 Agustus 2025 hingga Minggu, 10 Agustus 2025, di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.

Retreat yang dipusatkan di Lembah Tidar ini diikuti 250 pengurus yang terdiri atas ketua umum Kadin Indonesia, para wakil ketua umum koordinator (WKUK), para wakil ketua umum (WKU), para kepala badan (kabadan), para ketua umum Kadin provinsi, anggota luar biasa, pimpinan Dewan penasihat, pimpinan Dewan Usaha, pimpinan Dewan Kehormatan, pimpinan Dewan Pertimbangan, dan Lemhanas Alumni Kadin.

Presiden RI Prabowo dijadwalkan membuka retreat sekaligus konsolidasi internal Kadin pada Jumat, 8 Agustus 2025.

“Retreat ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif anggota Kadin agar menjadi pengusaha pejuang berwawasan kebangsaan dan menjadi mitra aktif pemerintah yang memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, usai menghadiri pertemuan Gubernur Lemhanas RI TB Hasan Syadzily, Jumat, 01 Agustus 2025.

Sebagai mitra resmi pemerintah, retreat ini juga menjadi ajang menyelaraskan visi misi serta strategi program Kadin, dengan kebijakan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Kita semua tahu betapa padatnya jadwal Bapak Presiden. Ini harapan Kadin dan kami sudah mengirimkan undangan kepada Bapak Presiden,” kata Anindya.

Anindya lebih jauh mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan berat yang berdampak pada perekonomian global.
Anindya menilai, di masa depan, masalah geopolitik seperti perang yang melibatkan beberapa negara Timur Tengah, hingga negara-negara Eropa Timur seperti Rusia dan Ukraina, beserta negara sekutunya, dipastikan berimbas pada gejolak ekonomi dunia. Hal ini yang membuat masyarakat dunia harus selalu waspada ataupun waspada.

“Kita tidak bisa memastikan gencatan senjata Israel dan Iran akan berlangsung secara permanen. Begitu pula dengan situasi geopolitik di kawasan dunia lainnya,” kata Anindya.

Karena itu, menurut Anindya, pengusaha Indonesia harus tangguh dan memiliki wawasan global.

Pelaku bisnis juga harus tahan banting dalam menghadapi dinamika geopolitik yang berimbas pada kondisi perekonomian tanah air.

“Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang semakin sulit, para pelaku bisnis harus bisa mengembangkan usahanya, minimal mampu mempertahankan usaha, tidak ada PHK. Inilah yang disebut pengusaha pemula,” ujar pria yang populer dengan sapaan Anin ini.

Menurut Anin, retreat yang diikuti oleh para pengurus Kadin se-Indonesia ini adalah sebuah penyegaran dan konsolidasi internal untuk menciptakan semangat juang dan jiwa pengusaha tangguh, menyelaraskan langkah, menyukseskan program pemerintah, mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan pemerataan.

“Mengutip kata bijak maestro ekonomi Indonesia, Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo, bahwa kedaulatan politik takkan berarti tanpa kedaulatan ekonomi. Dunia usaha harus berjiwa juang, mandiri, dan berpijak di bumi Pancasila,” kata Anin.

Diketahui, lima tujuan retret para pengurus Kadin di Lembah Tidar, yaitu:
1. meningkatkan wawasan kebangsaan para pemimpin dunia usaha.
2. menyelaraskan visi Kadin dengan arah pembangunan nasional.
3. Ketiga, menanamkan kesadaran kolektif bahwa dunia usaha adalah bagian dari sistem perlindungan semesta.
4. Mendorong kontribusi dunia usaha dalam pembangunan berkelanjutan dan ketahanan nasional. Kelima, memperkuat konsolidasi Kadin hingga ke kabupaten dan kota.

“Untuk pertama kali para pengusaha masuk barak, bukan untuk menjadi tentara. Tapi, ada nilai yang dapat dipelajari para pengusaha, yakni semangat juang layaknya tentara tempur,” kata Anin.

Para peserta retreat menerima berbagai materi ekonomi, politik, dan wawasan kebangsaan.

Materi fokus pada empat program quick win gotong royong kadin-pemerintah, yakni program Makan Bergizi Ekonomi Gratis (MBG), Klinik Gotong Royong untuk pemeriksaan kesehatan gratis, Pembangunan Tiga Juta Rumah, termasuk lewat rekomendasi rumah tak layak huni, dan program Pengiriman Pekerja Migran.

Peserta Kadin tidak hanya menggali pengetahuan tentang upaya meningkatkan investasi dan perdagangan, kelangsungan energi dan kelangsungan pangan, tetapi juga kondisi geopolitik yang kian dinamis dan rumit, wawasan kebangsaan, dan pentingnya mewujudkan semangat pengusaha pejuang yang menghayati nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan pengimplementasian sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pemateri melibatkan Menko Perekonomian, Menko Pangan, dan Menko Infrastruktur, serta sejumlah menteri ekonomi diantaranya Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Investasi, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, serta para menteri dan pejabat di luar bidang ekonomi termasuk Menko Polhukam, Menlu, Mendagri, Gubernur Lemhanas, dan Gubernur Akmil.

Materi retreat meliputi sejarah perjuangan Indonesia, lingkungan strategis, kewaspadaan nasional, ketahanan nasional, empat konsensus bangsa, dan manajemen nasional.

Kadin adalah mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional. Retret dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan, menyiapkan SDM berkualitas agar pelaku usaha memiliki jiwa kepemimpinan berwawasan kebangsaan, menumbuhkan kesadaran terhadap perkembangan geopolitik yang dinamis dan ancaman multidimensi terhadap stabilitas usaha, serta menjembatani dunia usaha dan militer untuk mewujudkan pertahanan non-militer.

“Tahun ini, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-80. Pemerintahan Prabowo baru berjalan sepuluh bulan. Para pengurus Kadin juga masih baru. Retret diadakan pada momentum yang tepat. Momentum untuk konsolidasi internal. Momentum untuk membahas berbagai isu strategi di bidang sosial, ekonomi, politik, dan hukum untuk mempersiapkan generasi emas 20 tahun akan datang, saat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-100, tahun 2045,” kata Anin.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA