Call Center 112 Kendari Catat 4.336 Laporan Selama Januari 2026, Terbanyak Soal LPJU dan Sampah

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Feb 2026 21:54 96 Vritta

Vritta.id-Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari mencatat 4.336 panggilan masuk call taker selama Januari 2026. Data ini menunjukkan tingginya kepercayaan dan pemanfaatan layanan ini oleh masyarakat untuk menyampaikan berbagai permintaan bantuan.

Dari total panggilan tersebut, sebanyak 3.308 panggilan atau sekitar 76 persen dinyatakan valid. Sementara itu, 1.028 panggilan lainnya tergolong tidak valid karena masuk kategori prank dan ghost call. Panggilan valid tersebut kemudian dikonversi menjadi 289 tiket laporan kejadian yang diteruskan ke instansi terkait untuk penanganan di lapangan.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan bahwa dari 289 tiket laporan yang tercatat, sebanyak 169 laporan atau 58 persen diantaranya, telah ditindaklanjuti. Sementara itu, 120 laporan lainnya masih dalam proses penanganan oleh instansi teknis terkait.

“Data ini menunjukkan masyarakat sudah sangat aktif memanfaatkan layanan 112. Tinggal bagaimana respons instansi teknis di lapangan bisa semakin cepat agar seluruh laporan dapat segera ditangani,” ujar Sahuriyanto.

Berdasarkan data kategori aduan, laporan terbanyak berkaitan dengan perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sebanyak 55 kasus, penebangan pohon 54 kasus, serta gangguan listrik PLN 48 kasus. Selain itu, warga juga melaporkan pohon tumbang, bak sampah penuh, hingga isu keamanan dan ketertiban umum.

Dalam hal kinerja instansi, BPBD tercatat menyelesaikan 23 dari 25 laporan. Sementara itu, Damkar, Dinsos, Polres, dan PLN menunjukkan performa maksimal dengan menuntaskan seluruh laporan yang masuk. Namun, beberapa instansi seperti DLHK, Dishub, dan PUPR masih menghadapi tantangan dalam penyelesaian laporan karena beban aduan yang tinggi, terutama terkait pengelolaan sampah dan fasilitas perhubungan.

Secara geografis, sebaran laporan memiliki karakteristik berbeda. Wilayah Kecamatan Mandonga, Kendari Barat, dan Wua-Wua didominasi laporan bak sampah penuh. Sedangkan wilayah Poasia dan Kadia lebih banyak melaporkan terkait ketertiban warga serta perbaikan fasilitas umum.

Produktivitas petugas call taker juga menjadi poin evaluasi. Petugas bernama Nurhayati, mencatat penanganan panggilan terbanyak yakni 447 panggilan, diikuti petugas lainnya seperti Musrifin dan Irwan.

Sahuriyanto menambahkan, evaluasi kualitas layanan secara keseluruhan menunjukkan 67 persen mengalami peningkatan, sementara 33 persen lainnya masih memerlukan pembenahan. Fokus utama ke depan adalah percepatan penanganan pada laporan yang menumpuk serta penguatan koordinasi lintas instansi.

“Layanan 112 ini menjadi wajah respons cepat pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kecepatan dan kualitas tindak lanjut laporan,” pungkasnya.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA