100 Personel Gabungan Satpol PP Kendari Sterilisasi THM Jelang Ramadan

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Feb 2026 09:18 87 Vritta

Vritta.id-Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari memperketat pengawasan Tempat Hiburan Malam (THM). Pada Senin malam, 16 Februari 2026, sebanyak 100 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi Surat Edaran Wali Kota Kendari Nomor 100.3.4.3/708 Tahun 2026.

Operasi ini merupakan bagian dari realisasi komitmen pemerintah daerah, menciptakan suasana kondusif menjelang bulan puasa. Kepala Satpol PP Kota Kendari, Maman Firmansyah, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan operasional adalah harga mati yang mulai berlaku efektif sejak 16 Februari 2026.

“Mulai tanggal 16 ini, seluruh pelaku usaha wajib menyesuaikan operasional mereka sesuai regulasi. Patroli malam ini bertujuan memastikan bahwa instruksi dalam surat edaran tersebut benar-benar dijalankan di lapangan tanpa pengecualian,” tegas Maman.

Dalam operasi besar-besaran ini, Satpol PP Kota Kendari menurunkan 60 anggota, didukung oleh 30 personel dari Satpol PP Provinsi Sulawesi Tenggara. Tak hanya pihak keamanan, patroli ini juga melibatkan lintas instansi, mulai dari Plt. Kepala Bapenda, unsur Dinas Perdagangan, hingga Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Kendari.

Mantan Asisten I Pemkot Kendari ini, juga menginstruksikan jajarannya untuk tetap mengedepankan sisi humanis meski bertindak tegas. “Instruksi saya jelas: tetap tegas namun santun. Kita harus profesional agar penegakan aturan ini tetap menjaga citra baik Satpol PP di mata masyarakat,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah THM besar di Kota Kendari terpantau kooperatif. Pergerakan tim dimulai dari Omnia di Jalan Edi Sabara yang ditemukan dalam kondisi gelap dan tutup total. Penyisiran berlanjut ke Rich Club; meski masih ada karyawan di dalam, namun aktivitas operasional telah dihentikan. Hal serupa ditemukan di Triple Nine yang terpantau sudah steril dari aktivitas hiburan.

Di Barcode, tim sempat menemui karyawan yang tengah merapikan ruangan dan melakukan prosedur penutupan. Petugas memastikan tidak ada aktivitas transaksi sebelum bergerak menuju Exodus. Di lokasi ini, petugas melakukan pengecekan hingga ke dalam ruangan untuk memastikan tidak ada aktivitas tersembunyi yang melanggar aturan.

Titik-titik lain seperti Spazio dan Bromo di Jalan Ahmad Yani, juga tak luput dari pemeriksaan menyeluruh. Kondisi gedung saat sterilisasi juga ditemukan sudah tidak beroperasi.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA