KM Alif Berkah 01 Kandas di Perairan Pulau Bokori, Seluruh Penumpang dan ABK Berhasil Dievakuasi Selamat

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Jun 2025 23:40 123 Vritta

Vritta.id-Sebuah kapal penumpang, KM Alif Berkah 01 GT 91, kandas di sekitar perairan Pulau Bokori dalam rute pelayaran Langara menuju Kendari, Sulawesi Tenggara. Berkat respons cepat Tim SAR setempat, sebanyak 352 orang di atas kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

KM Alif Berkah 01 kandas di sekitar perairan Pulau Bokori pada Minggu malam (9/6), menyebabkan operasi evakuasi besar-besaran terhadap seluruh penumpang dan awak kapal.

KM Alif Berkah 01 membawa 346 penumpang dan 6 ABK (total 352 orang). Evakuasi penumpang melibatkan tim rescuer/tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Kendari, ABK KN SAR Pacitan, KSOP Kendari, Lanal Kendari, Polair Polda Sultra, KP3 Kendari, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kendari, unsur relawan seperti Kartana, Tagana Sultra, dan IEA Sultra.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin mengatakan, laporan kecelakaan diterima pada pukul 18.32 WITA, 9 Juni 2025. Proses evakuasi berlangsung dari pukul 19.15 hingga 22.30 WITA.

“Kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara. Lokasi tersebut berjarak sekitar 4,4 Nautical Mile dari Dermaga Basarnas Kendari,” kata Amiruddin.

“Penyebab utama kapal kandas belum dirinci dalam laporan resmi. Namun, kondisi perairan yang dangkal di sekitar Pulau Bokori diduga menjadi faktor utama. Saat kejadian, cuaca dilaporkan berawan dengan gelombang 0,5 meter dan angin 6 km/jam dari timur laut,” ujar Amiruddin

Tim Rescue KPP Kendari segera diberangkatkan dengan RIB menuju lokasi. Setelah tiba, mengingat banyaknya penumpang, KN SAR Pacitan dikerahkan untuk mendukung evakuasi.

Proses evakuasi menggunakan RIB ke KN SAR Pacitan, yang kemudian membawa penumpang ke Dermaga Basarnas Kendari. Satu penumpang yang membutuhkan perawatan medis langsung dibawa ke RS Santa Anna.

Sebanyak 345 penumpang dan 1 pasien dievakuasi ke darat, sementara 6 ABK tetap di kapal untuk menunggu air pasang, demi  memudahkan proses evakuasi.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA