Strategi Bupati Muna Barat Tingkatkan PAD, Dorong Swasembada Pangan Daerah

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Mar 2025 18:33 224 Vritta

Vritta.id-Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin, berkomitmen merealisasikan program 100 hari kerja, yang menjadi langkah awal  berkesinambungan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Muna Barat di masa kepemimpinannya 5 tahun ke depan.

Sejumlah program prioritas yang telah dirumuskan  dalam 100 hari kerja ini adalah pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Tiga sektor ini diharapkan dapat menggenjot Pendapatan Asli Daerah kita yang selama ini belum maksimal,” kata Darwin, kepada awak media di Kendari, Rabu, 12 Maret 2025.

La Ode Darwin lebih jauh mengungkapkan langkah-langkah sistematis yang akan ditempuh untuk mendorong tiga sektor penopang perekonomian daerah Muna Barat ini.

Di sektor pertanian, Bupati Muna Barat akan  memaksimalkan alokasi APBD demi mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, yang diproyeksikan sebagai lumbung pangan, dan lumbung ternak yang mendukung upaya pemerintah mendorong swasembada beras di masa depan.

Percepatan swasembada pangan ini didukung dengan pengadaan alat pertanian modern. Tujuannya tak lain untuk membantu petani yang selama ini menggunakan metode pertanian tradisional.

“Paling lambat bulan April, Insha Allah sudah ada alat pertanian modern, yang diharapkan memudahkan petani yang selama ini masih menggunakan metode pertanian tradisional,” kata Bupati La Ode Darwin.

“Jadi seperti excavator, jonder, traktor akan kami maksimalkan agar para petani ini bisa memaksimalkan lahannya dan mendapatkan produksi yang maksimal,” ujarnya.

Begitupun dengan fasilitas pertanian. Bupati La Ode Darwin berkomitmen memyalurkan 20 ribu ton bibit tanaman pertanian kepada seluruh kelompok tani di Muna Barat. Dan yang tak kalah pentingnya adalah saluran irigasi yang mengairi pertanian juga akan dibenahi dan dimaksimalkan fungsinya.

“Begitupun alat pengering gabah dan fasilitas pendulung pengolahan beras, kita maksimalkan, sehingga semua proses produksi benar-benar dilakukan di Muna Barat.  Kabupaten Muna Barat di tahun 2027 Insha Allah sudah swasembada beras,” ujarnya.

Di sektor peternakan, Bupati Mubar La Ode Darwin juga menekankan program Asta Cita Presiden RI Prabowo, yakni penyaluran makan bergizi gratis di sekolah-sekolah. Program ini sejalan dengan program swasembada pangan yang dirumuskan Bupati La Ode Darwin.

“Kita manfaatkan bibit ayam petelur yang jumlahnya kurang lebih 15 sampai 20 ribu ekor dan akan dibagikan kepada kelompok peternak. Sehingga nanti di tahun 2026 akhir, Muna Barat tidak ada lagi telur yang dibeli dari luar. Justru kita bisa mensuplai produk telur ke pulau Muna, bahka di daerah luar pulau Muna” ujarnya.

Rencana pengembangan ternak ayam petelur ini akan melibatkan masyarakat Mubar.

“Kita edukasi masyarakat sistem pemanfaatan ternak ayam petelur ini. Pemerintah juga mengawal program ini lebih sistematis, sehingga target percepatan ternak ayam petelur ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Masih berbicara soal pengembangan sektor peternakan. Bupati Muna Barat  menyiapkan 300 ekor sapi yang dibudidayakan masyarakat peternak, berikut kandang dan lahan pakan yang memadai.

“Karena kalau dua hal itu tidak disediakan, hari ini dibagikan bibit bulan depan sapi sudah hilang, sehingga tidak ada keberlanjutan,” ungkapnya.

Di sektor perikanan, Bupati Muna Barat telah memetakan wilayah-wilayah di Muna Barat yang menyimpan potensi hasil tangkap ikan, serta budidaya udang, lobster, yang dipersiapkan untuk konsumsi masyarakat dan  misi ekspor kelompok masyarakat nelayan.

“Area pelabuhan ikan Insha Allah akan kami siapkan. Sudah ada pelabuhan TPI yang tidak difungsikan lagi, kami sudah memohon kepada Gubernur Sultra agar bisa dimanfaatkan nelayan Muna Barat, sebagai fasilitas bongkar muat komoditas perikanan,” ujarnya.

“Kami juga berkomitmen menghidupkan kembali Bandara Sugimanuru Muna Barat, membuka rute penerbangan perdana yang ditutup sejak covid, mulai tanggal 21 Maret 2025,” pungkasnya.

 

 

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA