Proyek Perumahan A99 Disebut sebagai Pemicu Banjir, Warga Desak Pengembang Setop Pembangunan

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jul 2024 17:53 335 Vritta

Vritta.id-Warga Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puwatu, Kota Kendari, mendesak pemberhentian pembangunan perumahan A99. Proyek hunian ini disebut-sebut sebagai pemicu banjir yang dan sedimentasi tanah ke kawasan pemukiman warga sekitar.

Warga RT 11 Kelurahan Punggolaka, Dika, mengatakan, banjir pertama kali terjadi pada Ramadan 2024, persis saat tahapan pembangunan proyek perumahan ini berlangsung. Saat curah hujan tinggi, kata Dika, endapan atau sedimentasi tanah bercampur air yang berasal dari proyek hunian ini merendam sekaligus merusak infrastruktur jalan yang dilalui warga setempat.

Musibah banjir kali kedua terjadi pada 2 Juli 2024. Saat itu, hujan turun sepanjang hari. Dan kali ini, air bercampur endapan tanah yang lebih tebal, mengaliri infrastruktur jalan. Salah satu pengendara bahkan harus mendapatkan perawatan medis karena terjatuh saat melalui kawasan ini.

“Ya sebenarnya kami kenal dengan developernya A99 ini, setiap kejadian kami selalu keluhkan. Saya ada nomor wa nya, saya komunikasi juga, tapi pihaknya selalu menggampangkan permasalahan ini. Tapi sekarang kita juga sudah bosan. Jadi solusinya kami hanya minta hentikan pembangunan,” kata Dika, saat ditemui awak media di Kendari, Kamis, 4 Juli 2024.

Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, menurut Dika juga telah terjun langsung melihat kondisi banjir di kawasan ini. Akan tetapi menurutnya, tidak ada langkah berarti atau solusi pasti yang ditempuh pemerintah untuk mengakomodir aduan warga ini.

Belakangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kendari, Badan Penananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, pihak developer perumahan A99 dan Alfath Haluoleo, mengadakan rapat bersama warga setempat di Kantor BPBD Kota Kendari, Kamis, 4 Juli 2024.

Ironisnya, warga yang mengadu justru tidak dilibatkan langsung mengikuti rapat itu. Warga hanya melihat suasana rapat dibalik pintu. Hasilnya, tak ada solusi. Pemerintah justru mendorong warga kerja bakti, bersih bersih, seolah warga diharuskan menuntaskan masalahnya sendiri.

“Hanya dianggap masalah biasa, warga juga tidak dimasukan dalam meja pertemuan hanya liat dari pintu, cuman mereka-mereka saja dalam ruangan,”

Sementara itu, pemilik perumahan A99 Kendari, Agung, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Jumat, 5 Juli 2024, sesumbar bahwa penyebab banjir bercampur lumpur bukan hanya disebabkan Perumahan A99, melainkan ada faktor lain.

“Alhamdulliah sudah ada solusi setelah ada rapat kordinasi dengan pemerintah beserta masyarakat,” kata Agung.

PENULIS : Admin
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA