Tim Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sultra menyemprotkan cairan disinfektan (fogging) yang bertujuan membunuh nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)/Foto: FPRB. Vritta.id-Forum Pengurangan Resiko bencana (FPRB) Sulawesi Tenggara (Sultra), memperkuat komitmennya menggalang aksi mitigasi (pencegahan, mengurangi risiko) lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), yang belakangan mencatat ratusan kasus di wilayah Sultra.
Setelah SD Negeri 84 Kendari, SMP Negeri 1 Kendari, hingga pemukiman warga BTn 1 Kendari, kali ini FPRB kembali menyasar dua titik lingkungan sekolah yakni SD Negeri 85 dan SMP Negeri 4 Kendari.
Aksi mitigasi DBD ini dilaksanakan lewat penyemprotan fogging disinfektan. Fogging merupakan salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa pencetus kasus DBD pada manusia.
Tujuan fogging adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun.
Yudhianto Mahardika, Ketua Umum FPRB Sultra mengatakan, kawasan pendidikan menjadi sasaran aksi fogging sebab dianggap sebagai epicentrum penularan DBD.
“Hari ini kita lakukan langkah untuk meminimalisir penyebaran DBD yang sangat membahayakan semua orang terutama anak-anak. Kita fokus di sekolah-sekolah karena kita tahu banyak anak kecil dan mereka berpotensi terkena DBD,” kata Yudhi.
Kepala SMP Negeri 4 Kendari Madin mengatakan, fogging sangat dibutuhkan dalam rangka meminimalisir penyebaran DBD, terutama di kalangan anak-anak.
“Kami terima kasih sekali FPRB Sultra sudah melakukan pengasapan ini. Saya kira ini memang yang dibutuhkan terutama di sekolah-sekolah dan kawasan perumahan,” ujar Madin.
Tidak ada komentar