Bank Indonesia: Emas dan Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi Sultra Januari 2026

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 09:09 70 Vritta

Vritta.id-Harga emas perhiasan dan komoditas pangan (ikan), menjadi penyumbang utama inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Januari 2026. Kondisi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat sebesar 0,69 persen (month-to-month/mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan bahwa angka inflasi kali ini lebih tinggi dibandingkan yang tercatat pada Desember 2025, berada di level 0,22 persen (mtm). Sementara itu, secara nasional pada periode yang sama, justru tercatat deflasi sebesar -0,15 persen (mtm).

Berdasarkan catatan BI Sultra, emas perhiasan menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi dengan andil 0,25 persen (mtm).

Selain emas, beberapa komoditas perikanan juga turut mendorong kenaikan harga. Komoditas tersebut antara lain ikan cakalang dengan andil 0,10 persen, ikan lajang 0,10 persen, ikan kembung 0,06 persen, serta ikan selar 0,04 persen.

BI Sultra menyebut lonjakan harga ini dipengaruhi faktor eksternal serta kondisi alam yang memengaruhi pasokan komoditas di pasar.

Tekanan pada harga emas global akibat ketidakpastian ekonomi dan instabilitas geopolitik mendorong meningkatnya permintaan terhadap komoditas safe haven. Sementara itu, pasokan ikan di pasar lokal terganggu akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Kenaikan harga beberapa jenis ikan didorong oleh penurunan frekuensi melaut nelayan pada Januari 2026 sebagai dampak dari kurang baiknya cuaca dan relatif tingginya gelombang laut di atas 1,5 meter,” kata Edwin Permadi.

Menghadapi kondisi tersebut, Bank Indonesia Sultra bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), memperkuat langkah antisipatif menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri.

Pada Februari ini, BI Sultra memberikan dukungan terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Fasilitasi Distribusi Pangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Provinsi Sultra bersama delapan TPID daerah, yakni Kota Kendari, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Wakatobi, Muna, dan Kolaka.

Selain itu, optimalisasi Kios Pangan di Kota Kendari juga terus diakselerasi guna memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA