AHM Bantu Pulihkan Layanan Kesehatan dan Ekosistem Pesisir Pasca Gempa NTT

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Okt 2026 18:56 31 Vritta

Vritta.id-PT Astra Honda Motor (AHM), memperkuat pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui dukungan layanan kesehatan dan rehabilitasi ekosistem pesisir.

Berkolaborasi dengan pemerintah, AHM memperkuat prasarana pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, pada 3 Oktober. Sementara itu, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bersama sejumlah piha, menggalang aksi penanaman 10.000 bibit mangrove di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, 5 Oktober 2026.

Dukungan prasarana kesehatan di Puskesmas Warsawe memungkinkan lebih dari 7.200 warga dari desa sekitar puskesmas kembali mendapatkan layanan kesehatan secara optimal pascabencana.

Dukungan yang diberikan berupa prasarana dan peralatan penunjang pelayanan untuk mendukung kembali layanan kesehatan primer, mulai dari rawat jalan, persalinan, hingga pelayanan gawat darurat bagi masyarakat di wilayah pelayanan puskesmas.

Selain itu, AHM juga menyediakan fasilitas penunjang listrik, ketersediaan air bersih, serta perangkat pendukung pelayanan kesehatan.

Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, mengatakan bahwa pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan pascabencana merupakan prioritas utama yang dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit kembali.

“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Fani.

Pemulihan layanan kesehatan juga akan dilanjutkan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo, NTT. Revitalisasi ini dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar secara optimal, khususnya pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, hingga pemantauan kesehatan remaja dan lansia.

Dukungan pemulihan layanan kesehatan dan ekosistem pesisir ini sekaligus menandai kehadiran AHM, yang simultan/berkelanjutan mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat pascagempa yang melanda NTT, Agustus hingga awal Oktober 2026.

Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bertahap berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17-19 Agustus 2026.

Dukungan kemanusiaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak.

Bantuan mencakup perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian, penyediaan paket makanan bergizi setiap hari selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih bagi warga yang mengalami keterbatasan akses air pascabencana.

General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan, pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan bertahap dan berkelanjutan, agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktifnya sehari-hari.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.

Perkuat Ekosistem Pesisir

Selain pemulihan layanan kesehatan, Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia, jaringan main dealer sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT, serta Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia, memperkuat ekosistem pesisir melalui penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober.

Penanaman ini menjadi bagian dari misi rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo. Mangrove berperan penting sebagai pelindung pesisir, penyimpan karbon biru (blue carbon), serta habitat berbagai biota di kawasan yang menjadi rumah bagi komodo, satwa endemik Indonesia.

Rehabilitasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam merawat lingkungan pesisir.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodos, serta masyarakat sekitar.

Yayasan AHM berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian habitat komodo agar kekayaan alam Pulau Komodo tetap terpelihara bagi generasi mendatang.***

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA