Vritta.id-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Sultra Tahun Buku 2025, menegaskan komitmen untuk memperkuat posisi Bank Sultra dalam ekosistem perbankan nasional.
RUPS yang dihadiri seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara serta perwakilan Bank Jatim ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis.
Salah satunya adalah upaya memperkuat posisi Bank Sultra setelah bergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim sesuai keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Desember 2025.
Dengan dukungan penuh pemegang saham serta modalitas yang kuat, Bank Sultra optimis dapat terus berperan sebagai motor penggerak ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan harapan agar Bank Sultra dapat berkembang menjadi bank regional champion.
“Dividen yang diputuskan dibagi pada sore hari ini disepakati oleh pemegang saham pengendali dan pemegang saham lainnya itu sebesar 314 M atau 75% dari total laba tadi 419 M. Tentunya laba tumbuh dibanding tahun sebelumnya dan dividen juga yang kita bagi di tahun ini tumbuh juga dibanding tahun sebelumnya karena konsen kita sebagai bank daerah, harapan kami Bank Sultra itu menjadi bank regional champion yang mendukung perekonomian daerah,” ujar Andri Permana, saat ditemui usai RUPS di Kendari, Jumat, 13 Maret 2026.
Kinerja positif Bank Sultra, kata Andri, ditopang oleh total aset Bank Sultra yang mencapai Rp14,8 triliun pada 2025.
Selain itu, dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp10,3 triliun serta penyaluran kredit sebesar Rp9,5 triliun.
Gubernur Sulawesi Tenggara selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), Andi Sumangerukka (ASR), memberikan apresiasi atas laporan pertanggungjawaban yang disampaikan direksi Bank Sultra, dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025.
Menurut Andri, rapat kali ini tidak hanya membahas laporan keuangan, tetapi juga mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi sepanjang tahun.
Ia menegaskan bahwa peningkatan porsi dividen dari 70 persen pada tahun sebelumnya menjadi 75 persen pada tahun ini merupakan langkah nyata untuk memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
“Dari semua hasil yang dilaporkan tadi itu semuanya positif ya, karena semuanya positif terus sisi paling akhir itu kita bertanya tentang devidennya dari hasil kesepakatan, kita putuskan itu, satu tahun lalu 70% sekarang adalah 75% ya kan itu. Jadi kesejahteraan itu ya harus dirasakan oleh para pemegang saham,” kata Andi Sumangerukka.
Tidak ada komentar