Vritta.id-Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Anoa Kota Kendari, terus mendorong transformasi layanan menuju digitalisasi menyeluruh pada 2026. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih yang lebih transparan, cepat, dan akurat bagi masyarakat.
Saat ini, PDAM Tirta Anoa Kendari telah mengimplementasikan sistem digital internal melalui dashboard inhouse yang merekam seluruh data pelanggan dalam satu aplikasi terintegrasi. Penerapan sistem ini didukung oleh pemutakhiran data presisi pelanggan pada 2025, serta sistem keuangan perusahaan yang kini telah terintegrasi secara digital.
Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman, S.Sos, mengatakan, digitalisasi memudahkan manajemen Tirta Anoa memantau pelayanan menyeluruh, mulai dari kualitas air hingga penanganan keluhan pelanggan.
“Melalui sistem digital, kami dapat memantau pelayanan secara real time, mulai dari kualitas air, distribusi, hingga penanganan pengaduan masyarakat,” ujar Sukriyaman.
Selain sistem data terintegrasi, PDAM Tirta Anoa Kendari juga telah menerapkan sensor Internet of Things (IoT) pada Water Treatment Plant (WTP). Teknologi ini berfungsi memantau kualitas air secara lebih akurat sekaligus memastikan proses distribusi berjalan lebih efektif dan efisien.
Transformasi digital tersebut berdampak langsung pada peningkatan layanan pelanggan. Dalam tiga bulan terakhir, PDAM Tirta Anoa Kendari mencatat 2.778 aduan masyarakat, dengan 572 titik kebocoran pipa yang berhasil ditangani.
Upaya digitalisasi ini sejalan dengan arahan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, yang menaruh perhatian pada peningkatan layanan air bersih bagi warga.
Sebagai bagian dari rencana pengembangan tahun 2026, PDAM Tirta Anoa Kendari menargetkan pengoperasian kembali Unit Matabondu atau Area Lalodati Puwatu dan sekitarnya. Unit ini sebelumnya berhenti beroperasi selama kurang lebih lima tahun.
Di sisi lain, PDAM Tirta Anoa juga telah menemukan pola kalibrasi distribusi air yang dinilai paling efektif, meskipun masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi. Saat ini, sejumlah wilayah telah memperoleh layanan air setiap hari, antara lain Unit Wanggu, Area Baruga, Unit Anggoya, dan Andonohu.
Namun demikian, Sukriyaman mengakui masih terdapat wilayah yang menghadapi kendala tekanan dan penerimaan air, khususnya di daerah Wua-Wua ketinggian dan kawasan Kota Lama.
“Pada awal 2026, kami akan melakukan renovasi jaringan distribusi di wilayah tersebut agar pemerataan layanan air dapat tercapai,” katanya.
Dengan penguatan digitalisasi layanan, PDAM Tirta Anoa Kendari optimistis mampu menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih modern, andal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan di Kota Kendari.
Tidak ada komentar