Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, PKK Kota Kendari, menginisiasi aksi kolektif 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) yang diperingati setiap 25 November hingga 6 Desember 2025/Foto: Istimewa. Vritta.id-Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, PKK Kota Kendari, menginisiasi aksi kolektif 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) yang diperingati setiap 25 November hingga 6 Desember 2025.
Aksi kolektif yang dipusatkan di Eks MTQ Kendari ini, melibatkan 1500 perempuan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk delegasi perguruan tinggi, lembaga eksekutif, hingga masyarakat umum.
Ribuan peserta juga akan menggalang aksi damai hingga long march di kawasan Ex MTQ Kendari, sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, mendorong terciptanya ruang aman serta kesetaraan.
Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 06.00 Wita, dipusatkan di lapangan Kantor Wali Kota Kendari.
Direktur Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Husnawati, menegaskan bahwa perempuan sangat rentan menjadi korban kekerasan, namun tidak sedikit dari mereka yang memilih diam, tidak berani menyuarakan aspirasinya, karena stigma negatif dan pertimbangan sanksi sosial lainnya.
“Perempuan harus bangkit dan berani bersuara untuk melawan kekerasan dalam bentuk apa pun. Perempuan juga harus mandiri dan berdaya saing,” ujar Husna, Rabu, 3 Desember 2025.
Dukungan terhadap aksi kolektif ini ini juga datang dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, Fitriani Sinapoy. Ia menilai kampanye kolektif penting untuk mengedukasi serta meningkatkan kesadaran publik bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius.
“Kami berharap melalui kampanye ini, masyarakat semakin memahami bahwa perempuan harus bebas dari kekerasan dan memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi,” kata Fitriani.
Menurut Fitriani, momen HAKtP merupakan momentum yang tepat mendorong perempuan untuk menyuarakan pendapat, aspirasinya, sekaligus memperkuat solidaritas.
“Ibu-ibu PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan juga kami dorong untuk terlibat. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan rencananya akan dibuka langsung oleh Ibu Wali Kota Kendari,” katanya.
Tidak ada komentar