Plt Bupati Koltim, saat menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat setempat/Foto: istimewa. Vritta.id-Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) bersama Bulog, ikut menyukseskan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak secara nasional di 38 provinsi, Sabtu (30/8/2025).
Di Koltim, program strategis ini menyasar 12 kecamatan, dan dipusatkan di Komplek UMKM, Kelurahan Rate-rate, Tirawuta.
Plt. Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, menyebut GPM sebagai wujud dukungan daerah terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Ia lebih jauh mengungkapkan bahwa Bulog menyiapkan 2 ton beras per kecamatan atau total 19,7 ton yang siap disalurkan ke masyarakat.
“Alhamdulillah, stok beras di gudang Bulog Koltim mencapai 2.100 ton, cukup untuk kebutuhan dua bulan ke depan. Harga beras di Koltim juga relatif murah, hanya Rp60 ribu per 5 kg, jauh lebih rendah dibanding daerah lain,” ujar Yosep.

Selain menjaga stabilitas pangan, Yosep menyoroti program “Listrik Masuk Sawah” yang telah terealisasi di 25 kelompok tani di Kecamatan Lambandia dan menunggu realisasi di 57 kelompok tani lainnya.
Program ini berhasil meningkatkan produksi beras hingga membuat Koltim masuk kategori surplus beras.
Ketua DPRD Koltim, Hj. Jumhani, mengapresiasi langkah pemerintah daerah setempat. Menurutnya, program GPM tak hanya berfungsi menekan inflasi, namun sekaligus sangat membantu masyarakat kurang mampu ataupun masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kami akan terus mendukung dan mengawasi agar program ini berjalan sesuai sasaran,” tegasnya.
BPS mencatat, produksi padi nasional Juni 2025 mencapai 3,96 juta ton gabah kering giling atau setara 2,28 juta ton beras. Di Sultra, ekonomi triwulan II-2025 tumbuh 5,89 persen (y-on-y) dengan sektor pertanian sebagai penyumbang utama.
Meski Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2025 turun menjadi 107,79, inflasi daerah masih terkendali di angka 3,72 persen.
Melalui GPM, pemerintah pusat bersama daerah berupaya menekan inflasi sekaligus memastikan harga pangan tetap terjangkau.
Tidak ada komentar