Mutu Pelayanan Ibu Hamil Harus Jadi Prioritas Utama

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Jun 2025 15:44 147 Vritta

Kolaka, Radarsultra.coPemilihan tenaga kesehatan oleh ibu hamil ternyata dipengaruhi oleh faktor empati dan kenyamanan psikologis. Penelitian oleh Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin, S.S.T., M.Keb, Dosen Keperawatan Program Diploma Tiga Universitas Sembilanbelas November Kolaka, mengungkap bahwa mayoritas ibu hamil merasa lebih nyaman saat ditangani oleh tenaga kesehatan perempuan.

Ibu Hamil Butuh Kenyamanan dan Kepercayaan

Dalam pelayanan antenatal, kenyamanan emosional menjadi hal krusial. Interaksi yang hangat dan penuh empati antara ibu hamil dan tenaga kesehatan menciptakan rasa percaya yang sangat dibutuhkan dalam masa kehamilan.

“Tenaga kesehatan perempuan cenderung lebih mudah dipahami dan dianggap mampu berempati terhadap kondisi ibu hamil,” jelas Yuniarti.

Tenaga Kesehatan Perempuan Dianggap Lebih Ramah dan Terbuka

Penelitian dilakukan terhadap sejumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal care di berbagai fasilitas kesehatan. Hasil studi menunjukkan bahwa sebanyak 68,7% responden menyatakan preferensi terhadap tenaga kesehatan perempuan karena dianggap lebih ramah, mudah diajak berdiskusi, dan tidak menimbulkan rasa malu saat pemeriksaan.

“Bukan berarti tenaga kesehatan laki-laki tidak kompeten, namun faktor kenyamanan psikologis sangat menentukan kepuasan layanan,” ungkapnya.

Faktor Privasi dan Budaya Juga Mempengaruhi

Selain faktor emosional, aspek budaya dan privasi juga menjadi alasan penting. Banyak ibu hamil merasa tidak nyaman diperiksa oleh tenaga kesehatan laki-laki, terutama dalam proses yang melibatkan kontak fisik atau pemeriksaan genital.

“Privasi dan norma budaya masyarakat kita memengaruhi persepsi ibu hamil terhadap pelayanan yang ideal,” ujar Yuniarti.

Pentingnya Penyesuaian Layanan Berdasarkan Kebutuhan Pasien

Temuan ini menjadi masukan berharga bagi pengelola fasilitas kesehatan. Penyesuaian jadwal tenaga medis atau penempatan tenaga kesehatan perempuan di layanan antenatal bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kepuasan pasien.

“Layanan kesehatan harus adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Jika pasien merasa nyaman, maka proses pelayanan akan berjalan lebih efektif dan efisien,” tuturnya.

Perhatikan Aspek Psikososial

Yuniarti menekankan bahwa aspek psikososial tidak boleh diabaikan dalam pelayanan ibu hamil. Selain kesiapan tenaga medis secara klinis, empati, keramahan, dan kesamaan gender dapat meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.

Pelayanan Berbasis Empati Tingkatkan Kualitas Kesehatan Ibu

Pelayanan kesehatan yang memperhatikan kenyamanan dan empati pasien terbukti meningkatkan kepuasan serta kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas medis. Dengan menempatkan tenaga kesehatan perempuan secara strategis di layanan antenatal, diharapkan kualitas pelayanan bagi ibu hamil semakin optimal.

“Memberikan rasa aman dan nyaman pada ibu hamil adalah bagian dari upaya kita mencetak generasi yang sehat sejak dalam kandungan,” pungkas Yuniarti.

**Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman lapangan oleh Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin, S.S.T., M.Keb, Dosen dan Peneliti Bidang Kesehatan-Kebidanan Universitas Sembilanbelas November Kolaka.

PENULIS : JJ
EDITOR : JJ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA