Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Tenggara, memperkuat koordinasi pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 di Sulawesi Tenggara/Foto: Istimewa. Vritta.id-Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Tenggara, memperkuat koordinasi pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 di Sulawesi Tenggara.
Pelaksanaan BIK Tahun 2026 di Sulawesi Tenggara direncanakan berpusat di Kota Kendari dan dilaksanakan selama dua hari pada minggu ketiga atau minggu keempat Oktober 2026. Rangkaian kegiatan akan melibatkan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, UMKM, komunitas, serta berbagai stakeholder lainnya. Konsep kegiatan mengusung tema edukatif, inklusif, kreatif, dan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Rapat koordinasi yang dilaksanakan di Mauki Café Kendari ini dihadiri 47 perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta perwakilan dari pihak Event Organizer (EO).
Rapat dibuka oleh Pembina FKIJK Sulawesi Tenggara sekaligus Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha. Bismi menekankan pentingnya kolaborasi seluruh Industri Jasa Keuangan (IJK) dan stakeholder, dalam menghadirkan rangkaian BIK yang tidak hanya menarik dan melibatkan masyarakat secara luas, tetapi juga memberikan manfaat nyata meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
“BIK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi industri jasa keuangan dengan pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan yang disiapkan harus mampu menghadirkan edukasi keuangan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Bismi.
Bismi berharap BIK 2026 dapat menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh anggota FKIJK. Keterlibatan PUJK tidak hanya diwujudkan melalui booth dan expo, tetapi juga melalui berbagai kegiatan edukasi, budaya, UMKM, olahraga, kompetisi antar IJK dan masyarakat, serta kegiatan kreatif yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dalam persiapan kegiatan, UMKM Expo direncanakan menyediakan space bagi lebih dari 40 UMKM. Kehadiran UMKM ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara inklusi keuangan dengan pengembangan sektor usaha masyarakat, khususnya dalam memperluas akses UMKM terhadap layanan dan pembiayaan dari industri jasa keuangan.
Keterlibatan pemerintah daerah juga menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan BIK 2026. Kegiatan ini menargetkan keterlibatan minimal 12 kepala daerah. Salah satu konsep yang dibahas adalah penampilan ciri khas daerah masing-masing berupa pakaian, makanan, tarian, dan berbagai kekhasan daerah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara yang melibatkan kepala daerah bersama IJK sebagai bentuk penggabungan antara promosi budaya daerah dan kolaborasi industri jasa keuangan.
Tidak ada komentar