Sukses Desa BRILiaN, Bukti Komitmen BRI Dorong Kemajuan UMKM

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 15:03 44 Vritta

Vritta.id-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berupaya melakukan pemberdayaan dan pendampingan hingga pelatihan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tidak sedikit UMKM yang dibina BRI kini berkembang dan naik kelas lewat beragam inovasi.

Salah satu program pendampingan, yang merupakan wujud dari Corporate Social Responsibility (CSR) adalah Program Desa BRILiaN. Program ini merupakan program Bank BRI dalam rangka pemberdayaan Desa dalam meningkatkan kemandirian, literasi keuangan dan digitalisasi Desa.

Diharapkan dengan adanya Desa BRILiaN binaan Bank BRI, Masyarakat akan diperkenalkan dengan pengetahuan dan pengembangan usaha, produk-produk yang ada di perbankan, manajemen keuangan dasar pengelolaan usaha, pemenuhan perijinan usaha sampai dengan manajemen peningkatan kapasitas usaha serta pengenalan pengenalan proses digital dalam pengembangan dan perluasan pangsa pasar produk yang dihasilkan dan menjadi unggulan di masyarakat Desa tersebut sehingga akan lebih dikenal masyarakat luas.

Hingga saat ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta user LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha rakyat agar naik kelas secara berkelanjutan.

Sedangkan di wilayah kerja BRI Regional Makassar yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku telah ada sebanyak 528 Desa BRILiaN binaan BRI, diantaranya :

1. Desa Tompobulu (Kabupaten Pangkep): Terkenal dengan optimalisasi potensi alam dan komoditas pertanian, termasuk inovasi kuliner tradisional seperti saraba daun kelor.

2. Desa Nepo (Kabupaten Barru): Mengusung tema Desa Wisata Kampung Habibie Kecil dan berhasil menjadi salah satu perwakilan unggulan dari Sulawesi Selatan.

3. Desa Paccelekang (Kabupaten Gowa): Salah satu desa binaan yang menonjol dan direkomendasikan langsung oleh BRI Makassar.

4. Desa Panincong (Kabupaten Soppeng): Sukses menjadi 40 Desa Terbaik Desa BRILian se-Indonesia.

“Program pemberdayaan Desa BRILiaN telah berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi desa di Indonesia. Program ini merupakan upaya yang dilakukan BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)” kata D. Argo Prabowo, Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar.

“Melayani dan memberdayakan UMKM bukan hanya soal bisnis, tapi yang lebih penting lagi adalah menghadirkan kesejahteraan sosial. Semoga konsep seperti Desa BRILiaN ini tidak hanya dapat diimplementasikan di Indonesia, tapi juga di negara lainnya,” tambah Argo.

Senada juga diungkapkan Kepala Desa Nepo Muhammad Toaha, dimana Desa Nepo merupakan salah satu Desa BRILiaN binaan BRI.

“BRI membantu inovasi dan pengembangan potensi desa yang dimiliki dan dapat mendukung ekonomi masyarakat.”

Menurut Muhammad Toaha, Perhatian BRI kepada masyarakat desa sangat besar. Berbagai layanan BRI masuk di desa, seperti QRIS yang telah banyak dimanfaatkan masyarakat desa.

Masyarakat dibantu mengembangkan produk dari komoditas unggulan seperti madu hutan, bahkan sudah masuk dari Localoka BRI,” kata Muhammad Toaha.

Objek pemberdayaan Desa BRILiaN sendiri meliputi perangkat desa (kepala desa), pengurus BUMDesa, Badan Permusyawaratan Desa, pelaku usaha desa, serta pegiat produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).

Disamping itu, Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa.***

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA