Strategi Solutif Perumda Pasar Kendari: Revitalisasi Pasar Wuawua Menjadi Sentra Niaga Tematik

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Feb 2026 22:30 249 Vritta

Vritta.id-Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari, menempuh langkah solutif nan inovatif, demi mendorong kembali geliat perokonomian daerah.

Salah satu strategi solutif yang diinisiasi Perumda Kota Kendari di bawah kepemimpinan Asnar, adalah ‘menyulap’ Pasar Wuawua yang sebelumnya terbengkalai, menjadi sentra niaga/ pasar tematik pakaian bekas/thrifting.

Diketahui, Sentra niaga tematik  merupakan kawasan komersial terpadu yang dirancang khusus dengan satu tema dominan atau fokus produk/jasa tertentu.

“Pasar baru atau Pasar Wuawua sengaja kami ingin jadikan pasar tematik, pilihannya pasar pakaian bekas. Kami ingin mengumpulkan pedagang yang selama ini tersebar di berbagai tempat di Kota Kendari,” ujar Asnar.

Asnar mengatakan bahwa relokasi terpadu diharapkan mampu menciptakan pusat perdagangan yang lebih tertata, serta mudah diakses masyarakat.

Selain itu, kehadiran pasar tematik dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi pembeli, sebab komoditas yang ditawarkan jauh lebih spesifik dan terfokus.

Asnar menuturkan, revitalisasi Pasar Wuawua merupakan bagian dari strategi Perumda Pasar mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.

Ia mengakui bahwa Pasar Wuawua sudah cukup lama tidak beroperasi maksimal, sehingga diperlukan inovasi nyata agar aktivitas ekonomi kembali bergeliat.

“Ini bertujuan untuk menghidupkan kembali Pasar Wua-Wua yang sudah lama tidak aktif. Harapannya bisa memancing pedagang lainnya kembali berjualan di pasar tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memproyeksikan aktivitas perdagangan pakaian bekas di Pasar Wuawua, nantinya akan memantik komoditas lain untuk ikut meramaikan pasar. Dengan skenario tersebut, Pasar Wuawua diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai salah satu pilar perekonomian daerah.

Asnar juga mengajak para pelaku usaha, untuk kembali menempati lapak yang tersedia.

“Kami mengimbau kepada para pedagan yang pernah berdagang dipasar Wua-wua untuk kembali di pasar Wua-wua,” imbuhnya.

Menanggapi adanya kekhawatiran bahwa kebijakan ini berpotensi membentur regulasi Kementerian Keuangan, Asnar menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat sedikit pun untuk melanggar hukum.

Menurutnya, langkah revitalisasi ini murni ditempuh demi membantu pedagang kecil, sekaligus memulihkan perekonomian daerah.

“Tidak ada niat untuk melanggar aturan. Kami hanya ingin menghidupkan pasar dan membantu para pedagang,” katanya.

Asnar kembali menekankan bahwa Perumda Pasar tetap terbuka terhadap evaluasi serta masukan dari berbagai pihak, guna memastikan pengelolaan pasar berjalan selaras dengan regulasi yang berlaku.

Ia pun optimis rencana pasar tematik ini akan menjadi solusi efektif bagi pedagang pakaian bekas, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Kendari.

 

 

 

 

 

 

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA