UN Women: Perempuan Rentan jadi Target Kekerasan Digital

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Des 2025 19:55 131 Vritta

Vritta.id-Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh UN Women dan mitra lembaganya, lebih dari dua pertiga perempuan dari kalangan jurnalis, aktivis, dan pembela hak asasi manusia di seluruh dunia, mengalami kekerasan dan pelecehan digital, yang bereskalasi hingga menimbulkan ancaman fisik nyata.

Laporan tersebut diterbitkan berdasarkan survei yang melibatkan lebih dari 6.900 responden dari 119 negara, mengungkap bahwa lebih dari 95% perempuan yang bekerja di ranah publik menerima serangan online secara rutin.

Mayoritas ancaman ini muncul melalui pelecehan digital, termasuk stalking, ancaman kekerasan, dan penyalahgunaan teknologi seperti deepfakes yang memanipulasi foto atau video untuk menyerang reputasi mereka.

Menurut peneliti dari UN Women, kekerasan digital yang kerap dialami perempuan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga menimbulkan efek riil berupa serangan di dunia nyata, seperti kekerasan fisik dan intimidasi di lingkungan rumah. ⁣

Peningkatan kekerasan digital ini terutama menjadi ancaman bagi perempuan yang aktif dalam ruang publik, termasuk jurnalis, aktivis hak asasi manusia, dan pemimpin komunitas. UN Women mendesak negara dan perusahaan teknologi untuk memperkuat kerangka hukum dan mekanisme perlindungan digital, termasuk aturan yang lebih ketat terhadap penyebaran konten yang merugikan perempuan.

Isu kekerasan digital ini muncul di tengah perdebatan global yang lebih luas mengenai kesetaraan gender. Organisasi internasional seperti UNESCO telah lama menyoroti kurangnya representasi perempuan dalam media serta stereotip gender yang masih mendominasi berita di berbagai negara. Studi menunjukkan bahwa perempuan seringkali kurang terlihat dalam pemberitaan media mainstream, dengan suara dan perspektif mereka yang minim diberitakan.

Selain itu, laporan lain menggarisbawahi bahwa meskipun perkembangan hak perempuan telah dicapai di beberapa aspek, banyak negara masih melaporkan tantangan besar dalam melindungi hak perempuan serta memperkuat keadilan gender secara menyeluruh.

UN Women menyebut bahwa kekerasan digital hanyalah salah satu manifestasi dari tantangan yang lebih luas: ketidaksetaraan akses teknologi, bias digital, serta kultur yang masih menghambat perempuan dari ruang publik yang aman dan setara.

Laporan tersebut juga menyerukan kolaborasi global,  termasuk pemerintah, perusahaan teknologi, dan organisasi masyarakat sipil, untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan di seluruh dunia.***

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA