Penandatanganan Memorandum of Understanding/nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Kendari dan Aparat Penegak Hukum (APH), dipusatkan di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Senin, 13 Oktober 2025/Foto: Istimewa. Vritta.id-Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat komitmennya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding/nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Kendari dan Aparat Penegak Hukum (APH), yang dipusatkan di Ruang Samaturu Balai Kota Kendari, Senin, 13 Oktober 2025.
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi serta Membangun Komitmen Bersama” ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor menuju terwujudnya Kota Layak Anak di Kendari.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurut Wali Kota Siska, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilakukan parsial, melainkan melalui pendekatan terpadu dan berkelanjutan.
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan korban,” ujar Wali Kota Siska.
Wali Kota Siska juga menyoroti predikat Kota Kendari dalam penilaian penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang merosot pada tahun 2025. Jika sebelumnya meraih predikat Madya, predikat Kota Kendari tahun ini turun menjadi Nindya.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Kita harus bangkit bersama agar penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali optimal,” tegas Wali Kota Siska.
Melalui penandatanganan MoU tersebut, Pemerintah Kota Kendari bersama APH dan lembaga layanan terkait, berkomitmen membangun sistem penanganan yang responsif, terkoordinasi, dan berkeadilan.
Sebagai Bunda PAUD, Wali Kota Siska juga berharap kerja sama lintas sektor ini mampu memastikan setiap laporan kekerasan ditangani dengan cepat dan tepat, serta memberikan perlindungan maksimal bagi para korban.

“Tanggung jawab ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Siska menegaskan pentingnya memenuhi indikator Kota Layak Anak, antara lain keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan, pengasuhan keluarga yang aman, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Melalui aksi kolaboratif ini, Pemerintah Kota Kendari menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan ekosistem sosial yang ramah anak dan inklusif gender, sebagai bagian dari visi besar menjadikan Kendari sebagai Kota Layak Anak yang berkeadilan dan berkelanjutan.(*)
Tidak ada komentar