OJK dan Pemkab Kolaka Utara Perkuat Ekosistem Kakao dari Hulu ke Hilir

waktu baca 2 menit
Rabu, 2 Sep 2026 22:38 54 Vritta

Vritta.id-Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menegaskan komitmen mendukung pengembangan ekosistem komoditas kakao melalui scale up Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra).

Komitmen ini ditegaskan Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., saat menghadiri rapat koordinasi strategis persiapan scale up Program PED komoditas kakao di Learning Center Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bupati Kolaka Utara menyambut baik dan mengapresiasi fasilitasi yang diinisiasi oleh OJK Sultra. Pihaknya menegaskan komitmen penuh dalam mendukung penyediaan data pelaku usaha, penguatan kelembagaan, serta integrasi program daerah dengan skema hilirisasi kakao.

“Pengembangan kakao harus melihat keseluruhan ekosistem dari hulu hingga pemasaran dan nilai tambah. Kita perlu mendorong perubahan orientasi dari mengejar sebanyak-banyaknya kilogram (‘berburu berat’) menjadi mengejar produktivitas sekaligus kualitas dan nilai setiap kilogram (‘berburu nilai’), serta menghilangkan ego sektoral dengan membagi peran secara jelas pada setiap rantai nilai,” ujar Bupati Kolaka Utara.

Program ini bertujuan memperkuat ekosistem rantai pasok kakao secara terintegrasi. Kolaka Utara diproyeksikan tidak hanya menyuplai biji kakao mentah yang mudah hilang identitasnya dalam rantai perdagangan, melainkan mampu membangun identitas mutu, standardisasi proses, serta profil cita rasa Kakao Kolaka Utara yang memiliki asal-usul jelas dan diakui di pasar global.

Penguatan ekosistem rantai pasok (value chain) ini didukung melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan BI, Bank Sultra, PNM, BPJS Ketenagakerjaan, Pegadaian, serta pihak offtaker.

Kolaborasi strategis dihadirkan untuk membantu komoditas kakao Kabupaten Kolaka Utara menyeluruh, mulai dari modernisasi dan permodalan di hulu, perlindungan jaminan sosial bagi petani, dukungan standardisasi ekspor, hingga kepastian pasar di hilir.

“Komoditas kakao merupakan komoditas prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Setelah sebelumnya sukses mengimplementasikan PED komoditas kakao di Kabupaten Konawe Selatan, kini kami memperluas cakupannya ke Kabupaten Kolaka Utara yang memiliki potensi sangat besar yaitu mencatatkan total produksi mencapai 62.260 ton per tahun dengan luas areal perkebunan mencapai 78.969 hektare,” ujar Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA