Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, usai menghadiri pertemuan bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di Jakarta, Kamis, 18 September 2025/Foto: Istimewa. Vritta.id-Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bersinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos), membangun Sekolah Rakyat di Kota Kendari. Kerja sama kedua pihak ini diwujudkan dalam pertemuan strategis bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di Jakarta, Kamis, 18 September 2025.
Pertemuan strategis ini mengerucut pada pembahasan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kendari, sebagai salah satu langkah memperluas akses pendidikan alternatif.
Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan 6,8 hektare milik Pemkot Kendari di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu. Program ini merupakan inisiatif Kementerian Sosial yang menetapkan 108 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kendari, sebagai lokasi prioritas.

“Alhamdulillah, Kendari termasuk dalam 108 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Wali Kota Siska Karina Imran.
Wali Kota Siska Karina Imran berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjawab tantangan pemerataan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang terkendala kebutuhan ekonomi dan putus sekolah.
Wali Kota Siska menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari siap mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat. Ia juga langsung meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti seluruh kebutuhan administratif maupun teknis yang sebagai syarat dari pihak Kementerian PUPR.

“Seluruh dokumen dan persyaratan siap kami lengkapi agar proyek strategis sektor pendidikan ini segera berjalan. Sekolah Rakyat tak hanya sebagai infrastruktur fisik, namun juga infrastruktur dan pioneer pembangunan SDM yang menciptakan akses pendidikan merata dan berkualitas di Kota Kendari,” ujar Wali Kota Siska.
Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari siap mendukung penuh pelaksanaan program ini.
“Kami memandang Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Kota Kendari. Komitmen kami bukan hanya menyiapkan lahan dan fasilitas, tapi juga memastikan keberlanjutan program ini ke depan,” ujar Wawali Sudirman.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Minipres Nomor 8 Tahun 2025, yang mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama yang dirancang oleh pemerintah untuk anak-anak dari keluarga miskin (kelompok desil 1 dan 2) di Indonesia. Tujuannya adalah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, yang tidak hanya fokus pada kualitas akademik tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, dan keterampilan hidup.
Data Pemkot Kendari menunjukkan, jumlah anak tidak sekolah (ATS) masih terbilang tinggi. Tahun 2023 tercatat 6.532 anak, turun menjadi 5.354 pada 2024, namun di 2025 masih lebih dari 3.000 anak belum mengenyam pendidikan formal. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot menggandeng 21 PKBM dalam penyelenggaraan Paket A, B, dan C, serta membentuk satgas kelurahan guna memfasilitasi anak putus sekolah.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kendari diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga pusat pembinaan karakter, penguatan keterampilan dasar, dan pemberdayaan masyarakat. (*)
Tidak ada komentar