Kasus HIV di Kendari Capai 2.023, Dinkes Kendari Gencarkan Sosialisasi PrEP

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Jul 2025 21:48 147 Vritta

Vritta.id-Dinas Kesehatan Kota Kendari menggelar kampanye dan sosialisasi penggunaan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) bagi pasangan Orang dengan HIV (ODHIV). Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Plaza Inn Kendari, Kamis, 17 Juli 2025 ini, dihadiri oleh perwakilan komunitas, mahasiswa, media, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kampanye ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan angka penularan HIV, terutama di kalangan kelompok berisiko tinggi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, mengungkapkan  bahwa kasus HIV di Kota Kendari menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

“Tahun 2022 ditemukan 290 kasus, tahun 2023 sebanyak 321 kasus, dan tahun 2024 tercatat 311 kasus. Sementara hingga Juni 2025, sudah ditemukan 131 kasus baru,” ungkap Hasria.

Secara kumulatif, total kasus HIV di Kota Kendari yang tercatat hingga Mei 2025 mencapai 2.023 kasus. Ia menegaskan bahwa HIV bukan hanya persoalan kesehatan, namun juga menyangkut masa depan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, peran lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memperluas edukasi dan memperkuat sistem pencegahan.

“Pencegahan HIV adalah tanggung jawab bersama. Kita butuh sinergi untuk melindungi generasi masa depan,” tegasnya.

Langkah preventif yang ditempuh Dinkes Kendari adalah sosialisasi penggunaan PrEP, yakni obat yang dikonsumsi sebelum terjadi paparan virus HIV, terutama bagi individu dengan risiko tinggi namun belum terinfeksi. Program PrEP telah mulai diterapkan di Kota Kendari sejak Juni 2024, dan hingga kini telah digunakan oleh 344 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi, menambahkan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari gerakan global untuk menekan laju penularan HIV. Menurutnya, edukasi publik mutlak ditingkatkan agar masyarakat lebih terbuka dan menerima metode pencegahan seperti PrEP.

Dinkes berharap pemahaman masyarakat tentang HIV dan strategi pencegahannya semakin meningkat, sekaligus menghapus stigma terhadap ODHIV. Sosialisasi PrEP pun diharapkan menjadi gerakan masif untuk menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas dari diskriminasi terhadap penderita HIV.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA