Vritta.id-Muh. Fikry Al-adiksyah Pratama, siswa kelas IX.7 SMP Negeri 9 Kendari, meraih juara 1 kategori Kyorugi Cadet U-41 Putra dalam turnamen UNHAS Open 2026, yang dipusatkan di GOR Auditorium Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, 24–25 Oktober 2026.
Perjuangan Fikry hingga berhasil menumbangkan juara bertahan di ajang bergengsi itu, tidak terlepas dari tantangan membagi waktu antara sekolah dan latihan. Menurutnya, waktu yang tersedia untuk kedua kegiatan ini sangat terbatas, sehingga membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan.
“Sangat melelahkan karena harus membagi waktu antara sekolah dan latihan yg selisih waktunya antara sekolah dan latihan sangat tipis. Tetapi harus terus di jalani demi meraih impian saya. Karena kunci kesuksesan seorang atlet adalah harus disiplan dan tekun,” kata Fikry.
Keikutsertaannya dalam turnamen ini juga didorong keinginan untuk mencoba pengalaman baru. Turnamen ini sekaligus membuka peluang bagi Fikry untuk mengeksplorasi kemampuannya lebih dalam lagi.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen, Fikry mengikuti program latihan di Dojang Universitas Haluoleo selama dua bulan.
Ia tak menampik bahwa keterbatasan waktu menjadi salah satu kesulitan yang dihadapi selama menjalani latihan. Untuk mengatasinya, ia berusaha lebih dispilin mengatur jadwal sekolah, latihan, dan istirahat.
“Saya mengatur jadwal sekolah, latihan dan istirahat yg cukup,” ujarnya.
Dalam perjalanannya meraih prestasi, Fikry mendapat dukungan dari pelatih, orang tua, dan teman-teman terdekatnya. Ia menyebut ibunya, Anita Purnama Sari, sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanannya meraih prestasi.
“Yang terpenting adalah doa dan dukungan moril untuk buah hati saya,” kata Anita.
Selain dukungan keluarga, keinginan untuk meraih prestasi sejak usia dini menjadi pemantik semangat ketika menghadapi kelelahan dan kesulitan.
“Karena ada harapan, keinginan, dan mimpi untuk meraih prestasi di usia dini,” katanya.
Dalam perjalananya mendulang prestasi, Fikry mengaku terinspirasi oleh Cj Nickolas dan kakak-kakak senior di dojang tempatnya berlatih.
Ditanya soal harapan masa depan, Fikry mengaku ingin mewujudkan mimpinya menjadi atlet Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia percaya bahwa doa, kedisiplinan serta ketangguhan mental dan fisik adalah sebuah keniscayaan yang mengantarkan seseorang menggapai cita-citanya.
“Harus disiplin, tangguh mental dan fisik,” kata bungsu dua bersaudara ini.
Bagi Fikry, meraih juara bukan sekadar pencapaian pribadi, te sebab ia juga membawa nama baik sekolah. Ia pun berharap teman-temannya tidak mudah menyerah mengejar cita-cita, tak patah arang meraih prestasi.
“Senang dan bangga karena sudah membanggakan nama sekolah. Jangan pantang menyerah, selalu berpegang erat untuk meraih mimpi dan prestasi,” kata Fikry.
Tidak ada komentar