Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara, bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026/Foto: Istimewa. Vritta.id-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara, bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah kepulauan dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) sebagai simbol kedaulatan NKRI.
Ekspedisi ini sekaligus menegaskan komitmen Bank Indonesia, dalam mempercepat penarikan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) melalui implementasi Clean Money Policy di Kabupaten Wakatobi. Rangkaian kegiatan meliputi layanan kas keliling, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Open Ship Experience bagi pelajar, serta bakti sosial.
Kabupaten Wakatobi dipilih, sebab letak strategisnya sebagai kawasan cagar biosfer dunia UNESCO sejak 2012 dan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas. Kehadiran Rupiah di wilayah ini sangat krusial untuk mendukung transaksi ekonomi sekaligus menjaga kedaulatan negara.
Misi ERB 2026 juga mencakup peningkatan literasi masyarakat. Berdasarkan data tahun 2025, indeks Awareness CBP Rupiah KPwBI Sulawesi Tenggara mencapai 84,90 (kategori Baik), angka ini melampaui indeks nasional sebesar 77,74 dan menjadi yang tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, serta Papua (Sulampua).
Selain aspek ekonomi, BI Sultra bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal melalui Dinas Kesehatan serta Puskesmas setempat di Wangi-Wangi dan Tomia.
ERB 2026 Wakatobi dilaksanakan menggunakan KRI Pulau Rimau 724 mulai tanggal 5 hingga 11 Mei 2026. Ekspedisi ini menjangkau lima pulau utama, yaitu Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, Pulau Binongko, dan Pulau Runduma.
Dalam ekspedisi kali ini, Bank Indonesia menyiapkan modal kerja sebesar Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah). Penyediaan uang layak edar ini diharapkan mampu menggantikan UTLE, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat pemahaman bahwa Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran sah di NKRI.
Ke depan, KPwBI Sulawesi Tenggara berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan TNI AL, Pemerintah Daerah, serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan ketersediaan uang berkualitas demi mendukung ekonomi dan kedaulatan negara.
Tidak ada komentar