Tekan Inflasi dan Perluas Ekspor, BI Sultra Perkuat Rantai Pasok Antardaerah

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Okt 2026 19:47 91 Vritta

Vritta.id-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memfasilitasi penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rantai Pasok Ekspor pada puncak Forum Ekonomi Sultra di Kendari, Senin, 5 Oktober 2026.

Langkah strategis ini bertujuan menjaga ketersediaan pasokan pangan, mendukung pengendalian inflasi, serta memperluas akses pasar produk unggulan daerah. Penandatanganan KAD melibatkan Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton, serta Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Kerjasama ini fokus pada penguatan rantai pasok dan kelancaran distribusi komoditas antarwilayah di Sulawesi Tenggara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menegaskan pentingnya keterhubungan antarwilayah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.

“Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai dengan penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan,” kata Edwin Permadi.

Selain KAD pengendalian inflasi, agenda ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rantai Pasok Ekspor. Kesepakatan ini merupakan wujud sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong potensi komoditas lokal agar mampu menembus pasar internasional.

Sinergi rantai pasok ekspor ini diharapkan tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Sultra, tetapi juga memotivasi para pelaku usaha lokal untuk terus meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produknya.

Ke depan, KPwBI Sultra bersama Pemerintah Provinsi Sultra dan pemerintah daerah setempat berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan ekosistem perekonomian daerah yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

PENULIS : ERNILAM
EDITOR : ERNILAM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA