Vritta.id-PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan pada tahun buku 2025. Di tengah dinamika ekonomi nasional, Bank Sultra berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp419,6 miliar, meningkat dari capaian tahun 2024 sebesar Rp418,4 miliar. Sejak tahun 2020, laba bersih bank ini telah melonjak signifikan sebesar 61,38%.
Hingga 31 Desember 2025, total aset Bank Sultra mencapai Rp14.814 miliar, tumbuh 5,03% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi kredit yang mencapai Rp9.581 miliar, atau naik 3,25% dibandingkan tahun sebelumnya.
Apresiasi Pemegang Saham Pengendali
Gubernur Sulawesi Tenggara selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia menekankan peran strategis Bank Sultra sebagai mitra utama pembangunan daerah.
“Bank Sultra harus menjadi solusi daerah dan mitra utama bagi Bapak/Ibu Bupati serta Walikota dalam membiayai proyek strategis daerah serta memberdayakan UMKM di wilayah masing-masing. Sinergi KUB dengan Bank Jatim harus menjadi lompatan besar bagi kita untuk memperkuat permodalan dan daya saing yang setara dengan bank nasional,” tegas Andi Sumangerukka.
Pertumbuhan Sektor Produktif dan Kualitas Kredit
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa perusahaan fokus pada penguatan sektor produktif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan Kredit Modal Kerja sebesar 23,50% dan Kredit Investasi yang tumbuh 37,16%.

Meski ekspansi dilakukan secara masif, Bank Sultra tetap menjaga kualitas kredit dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 0,89%, jauh di bawah ambang batas regulator sebesar 5%. “Pencapaian ini membuktikan efektivitas sistem manajemen risiko dan proses penagihan yang proaktif di seluruh unit kerja kami,” ujar Andri.
Transformasi Digital dan Kontribusi Daerah
Tahun 2025 juga menjadi tonggak transformasi digital Bank Sultra. Pengguna mobile banking tumbuh 28,02%, sementara frekuensi transaksi QRIS melonjak tajam hingga 1.371,73%.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Bank Sultra akan menyalurkan dividen sebesar 75% dari laba bersih tahun buku 2025 ke rekening kas daerah para pemegang saham guna memperkuat APBD. Selain dividen, bank juga berkomitmen menyalurkan dana CSR untuk sektor pendidikan, kesehatan, hingga bantuan rumah tidak layak huni.
Target Tahun 2026
Bank Sultra menargetkan total aset tumbuh menjadi Rp14,93 triliun. Fokus inovasi mendatang meliputi peluncuran internet banking, fitur cardless withdrawal, hingga produk green financing.
Andri menutup pernyataannya dengan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan yang diberikan, sehingga Bank Sultra tetap menjadi mitra terpercaya dalam memajukan perekonomian di Bumi Anoa.***
Tidak ada komentar